Gibran Sidak Bendungan Bagong di Trenggalek, Target Air dan Pangan Tak Boleh Molor

parlemen | 02 Mei 2026 07:31

Gibran Sidak Bendungan Bagong di Trenggalek, Target Air dan Pangan Tak Boleh Molor
Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka saat meninjau pembangunan Bendungan Bagong di Trenggalek. (dok jatimpos)

TRENGGALEK, PustakaJC.co - Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka meninjau langsung progres pembangunan Bendungan Bagong di Kabupaten Trenggalek, Kamis, (30/4/2026). Dalam kunjungan itu, ia menegaskan proyek strategis tersebut tidak boleh berjalan lambat karena menyangkut kebutuhan dasar masyarakat.

 

Kunjungan Wapres ke proyek Bendungan Bagong menjadi bagian dari pengawasan pemerintah terhadap infrastruktur sumber daya air yang dinilai krusial bagi ketahanan air, pangan, sekaligus pengendalian banjir di wilayah selatan Jawa Timur. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (2/5/2026).

 

Dalam peninjauan tersebut, Gibran menekankan agar pembangunan dipercepat sehingga manfaatnya segera dirasakan masyarakat, terutama petani.

 

“Manfaatnya harus segera dirasakan masyarakat, terutama petani,” tegasnya di lokasi proyek.

 

 

Secara geografis, Trenggalek berada di wilayah cekungan yang menerima limpasan air dari kawasan perbukitan Gunung Liman. Kondisi ini membuat wilayah tersebut rentan banjir saat musim hujan, namun di sisi lain kerap mengalami kekurangan air saat kemarau.

 

Bendungan Bagong dibangun untuk menjawab dua persoalan tersebut. Infrastruktur ini diharapkan mampu mengendalikan aliran Sungai Bagong saat curah hujan tinggi, sekaligus menjadi sumber cadangan air di musim kering.

 

Kepala Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Brantas, Muhammad Noor, menyampaikan bahwa progres pembangunan masih sesuai rencana.

 

“Pekerjaan di lapangan berjalan sesuai rencana. Saat ini kami fokus pada main dam, spillway, intake, dan terowongan pengelak,” ujarnya.

 

 

Bendungan ini memiliki kapasitas tampung sekitar 17,40 juta meter kubik. Selain untuk pengendalian banjir, proyek ini ditargetkan mampu mengairi 977 hektare sawah di Daerah Irigasi Bagong serta menyediakan air baku sebesar 153 liter per detik untuk Kecamatan Trenggalek, Pogalan, dan Bendungan.

 

Keberadaan bendungan juga diharapkan dapat mengurangi risiko banjir yang selama ini mengancam permukiman warga dan pusat aktivitas ekonomi.

 

Gibran menegaskan pentingnya sinergi lintas sektor agar proyek tidak mengalami keterlambatan.

 

“Harus ada kerja sama yang solid antara pemerintah pusat, daerah, dan seluruh pemangku kepentingan,” tegasnya.

 

 

Dalam kunjungan tersebut, Wapres turut didampingi Raffi Ahmad, Pelaksana Harian Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak, Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin, serta sejumlah pejabat terkait lainnya.

 

Pemerintah menargetkan Bendungan Bagong tidak hanya menjadi proyek fisik, tetapi solusi jangka panjang bagi ketahanan air, pangan, dan pengendalian bencana di Trenggalek dan sekitarnya. (ivan)