Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur, angka pengangguran di provinsi tersebut terus mengalami penurunan dalam lima tahun terakhir. Pada Februari 2021, TPT tercatat sebesar 5,17 persen dan turun menjadi 3,55 persen pada Februari 2026.
Khofifah mengatakan, penurunan pengangguran tidak lepas dari berbagai program intervensi Pemprov Jatim, salah satunya penguatan link and match pendidikan vokasi dengan kebutuhan dunia kerja, termasuk membuka akses kerja ke luar negeri.
Menurutnya, Jawa Timur saat ini menjadi provinsi dengan peserta magang kerja dan pekerja migran terbanyak di Indonesia.
Pada 2026, tercatat sebanyak 4.920 peserta dari 112 SMK dan LKP mengikuti program magang dan peluang kerja luar negeri. Dari jumlah itu, sebanyak 1.617 peserta dinyatakan lolos seleksi dan memperoleh Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT).
“Ini menunjukkan lulusan SMK dan LKP Jawa Timur semakin kompetitif dan mendapat kepercayaan di pasar kerja internasional,” katanya.