LAMONGAN, PustakaJC.co – Program pasar murah yang digelar Pemerintah Provinsi Jawa Timur di Kabupaten Lamongan sukses menyedot antusiasme masyarakat. Dalam kegiatan yang berlangsung di Lapangan Desa Gunungrojo, Kecamatan Kedungpring, Minggu, (24/5/2026), total transaksi tercatat mencapai Rp76,7 juta.
Pasar murah ke-70 yang diselenggarakan Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jatim itu menghadirkan berbagai kebutuhan pokok dan produk UMKM dengan harga lebih rendah dibanding harga pasar. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Senin, (25/5/2026).
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa turun langsung meninjau pelaksanaan kegiatan sekaligus menyerahkan bantuan bahan pokok kepada warga bersama Bupati Lamongan dan jajaran OPD Pemprov Jatim.
Khofifah menegaskan pasar murah menjadi langkah konkret pemerintah dalam menjaga stabilitas harga pangan sekaligus membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga terjangkau menjelang Hari Raya Iduladha.
Sejak pagi, warga tampak memadati area pasar murah. Sejumlah komoditas utama bahkan ludes terjual dalam waktu singkat, terutama beras SPHP dan Minyakita yang menjadi buruan masyarakat.
Berdasarkan data Disperindag Jatim, transaksi bahan pokok mencapai Rp70.580.000. Sementara produk UMKM membukukan transaksi Rp6.181.000, sehingga total keseluruhan mencapai Rp76.761.000.
Komoditas yang habis terjual di antaranya beras SPHP sebanyak 1.000 sak dengan nilai Rp55 juta, Minyakita 180 pack senilai Rp4,68 juta, telur ayam ras Rp3,96 juta, bawang merah Rp560 ribu, bawang putih Rp480 ribu, tepung Rp600 ribu, cabai rawit merah Rp400 ribu, dan cabai merah besar Rp100 ribu.
Selain itu, beras premium terjual 10 sak senilai Rp700 ribu, gula 100 kilogram senilai Rp1,4 juta, serta daging ayam ras dengan nilai transaksi mencapai Rp2,7 juta.
Pemprov Jatim memastikan program pasar murah akan terus digelar sebagai upaya menjaga ketahanan pangan, mengendalikan inflasi daerah, dan mempertahankan daya beli masyarakat. (ivan)