Gubernur Khofifah Tinjau Sentra Sapi Kurban di Bojonegoro, Pastikan Ternak Sehat Jelang Iduladha

parlemen | 26 Mei 2026 17:22

Gubernur Khofifah Tinjau Sentra Sapi Kurban di Bojonegoro, Pastikan Ternak Sehat Jelang Iduladha
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa didampingi Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Ariani saat meninjau sentra ternak sapi kurban di Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro jelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

BOJONEGORO, PustakaJC.co – Khofifah Indar Parawansa meninjau langsung sentra ternak sapi kurban milik H. Wariyanto di Desa Semutan Pomahan, Kecamatan Baureno, Kabupaten Bojonegoro, Senin, (25/5/2026), guna memastikan kesehatan hewan kurban menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah.

 

Dalam kunjungan tersebut, Khofifah didampingi Wakil Ketua DPRD Jatim Sri Wahyuni, Wakil Bupati Bojonegoro Nurul Azizah, serta Kepala Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur Indyah Ariani. Mereka meninjau sekitar 90 ekor sapi jenis Simental, Limosin, dan Peranakan Ongole (PO) yang dipersiapkan untuk kebutuhan kurban.

 

Khofifah menegaskan, Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus memperkuat pengawasan kesehatan hewan dan distribusi ternak agar kebutuhan masyarakat menjelang Iduladha tetap aman dan terpenuhi.

 

“Kita terus berkomitmen memastikan ketersediaan hewan kurban dalam kondisi sehat, aman, dan mencukupi kebutuhan masyarakat. Untuk itu, pengawasan kesehatan hewan serta tata kelola distribusi harus terus diperkuat,” ujarnya.

 

 

Menurutnya, peningkatan lalu lintas ternak menjelang Iduladha membuat pengawasan kesehatan menjadi sangat penting, terutama untuk mencegah penyebaran Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

 

Khofifah menyebut program vaksinasi gratis PMK terbukti efektif menekan penyebaran penyakit pada ternak. Bahkan, permintaan sapi kurban dari Jawa Timur disebut terus meningkat hingga ke wilayah Jabodetabek dan Kalimantan.

 

“Alhamdulillah dengan adanya vaksin gratis, PMK pada hewan kurban sangat berkurang. Permintaan hewan kurban bahkan hingga Jabodetabek sampai Kalimantan, maka harus tetap ada pengawasan dari dokter hewan,” katanya.

 

Ia juga memastikan setiap ternak yang dikirim wajib mengantongi Surat Keterangan Kesehatan Hewan (SKKH) dari dokter hewan berwenang.

 

“Kita pastikan ternak yang dilalu lintaskan sehat. Dua hari sebelum Iduladha lalu lintas ternak sangat padat, sehingga pengawasan terus kita lakukan,” tegasnya.

 

 

Selain soal kesehatan ternak, Khofifah juga mendorong peternak lokal agar meningkatkan kualitas produksi sehingga memiliki nilai ekonomi lebih tinggi.

 

“Kita ingin peternak tidak hanya menjadi pemasok, tetapi juga naik kelas, memiliki daya tawar, dan mendapatkan nilai tambah yang lebih besar,” tandasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas Peternakan Jatim Indyah Ariani mengatakan tingginya antusiasme masyarakat berkurban tahun ini berdampak positif bagi peternak.

 

“Permintaan cukup bagus, ketersediaan juga cukup sehingga Jatim aman. Untuk stok, kita lebih surplus,” ujarnya.

 

Di sisi lain, pengepul hewan kurban H. Wariyanto mengaku sebagian besar sapi miliknya telah terjual ke sejumlah daerah seperti Jombang, Kediri, hingga Surabaya.

 

“Kehadiran Ibu Gubernur membuat peternak semakin semangat. Vaksin gratis dan vitamin untuk sapi juga sangat membantu,” pungkasnya. (ivan)