Khofifah menjelaskan, bagi bangsa Indonesia, Pancasila bukan sekadar ideologi negara, melainkan living ideology atau ideologi yang hidup dan terus hadir dalam kehidupan sehari-hari masyarakat maupun penyelenggaraan pemerintahan.
Menurutnya, nilai-nilai Pancasila menjadi pedoman dalam cara berpikir, bekerja, melayani masyarakat, hingga mengambil kebijakan publik yang berpihak pada kepentingan rakyat.
“Pancasila mempertemukan perbedaan, menjaga keseimbangan antara kemajuan dan keadilan, serta menuntun penyelenggaraan pemerintahan yang berlandaskan gotong royong, musyawarah, kemanusiaan, dan keadilan sosial,” katanya.
Lebih lanjut, Khofifah menegaskan bahwa Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai landasan utama dalam setiap arah pembangunan daerah. Hal tersebut dilakukan untuk mewujudkan masyarakat yang sejahtera, inklusif, berdaya saing, berakhlak, serta berkeadilan.
Ia menilai pembangunan yang berkelanjutan tidak hanya diukur dari pertumbuhan ekonomi, tetapi juga dari kemampuan menjaga harmoni sosial dan memperkuat nilai kebangsaan di tengah masyarakat.