SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut langsung kepulangan 378 jemaah haji Kloter I Debarkasi Surabaya asal Kabupaten Probolinggo di Asrama Haji Surabaya, Senin, (1/6/2026) malam.
Kedatangan para jemaah disambut dengan proses pemeriksaan yang lebih cepat melalui teknologi Immigration Seamless Process Corridor Gate. Setelah tiba di Asrama Haji Surabaya, para jemaah menjalani pemeriksaan imigrasi berbasis biometrik dan pengecekan suhu tubuh oleh petugas kesehatan. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Rabu, (3/6/2026).
Khofifah mengungkapkan rasa syukur atas kepulangan seluruh jemaah dalam kondisi sehat dan selamat setelah menyelesaikan rangkaian ibadah haji di Tanah Suci.
“Alhamdulillah kita menyambut para jemaah haji dalam keadaan segar. Semoga seluruh jemaah memperoleh predikat haji mabrur dan hajah mabrurah. Selamat datang kembali di tanah air,” ujar Khofifah.
Ia berharap seluruh amal ibadah yang telah dijalankan diterima Allah SWT dan membawa keberkahan bagi keluarga serta lingkungan sekitar.
Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga mengapresiasi inovasi pelayanan dari Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan RI melalui penggunaan teknologi pemeriksaan perbatasan berbasis biometrik yang memungkinkan jemaah melintas tanpa harus berhenti untuk pemeriksaan paspor secara manual.
Menurutnya, sistem digital tersebut memberikan kemudahan karena proses verifikasi cukup dilakukan melalui pemindaian iris mata sehingga lebih cepat, aman, dan tetap mengedepankan prinsip kehati-hatian.
“Jemaah tidak perlu mengeluarkan paspor. Cukup terdeteksi sensor iris mata dan proses pemeriksaan berlangsung sangat cepat,” katanya.
Sebagai Koordinator PPIH Embarkasi Surabaya, Khofifah menyebut Kloter I sebagai kelompok pertama yang berhasil menuntaskan seluruh rangkaian ibadah haji tahun ini. Ia juga mengajak seluruh jemaah untuk mendoakan warga Jawa Timur yang wafat saat menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Selain menyampaikan belasungkawa kepada keluarga jemaah yang meninggal dunia, Khofifah turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan haji 2026, mulai dari proses pemberangkatan, pelayanan selama di Arab Saudi hingga pemulangan ke Indonesia.
“Keberhasilan penyelenggaraan haji merupakan hasil kerja sama dan dedikasi seluruh pihak dalam memberikan pelayanan terbaik kepada para tamu Allah,” ujarnya.
Khofifah berharap para jemaah yang telah kembali dapat menjadi teladan di tengah masyarakat serta membawa nilai-nilai kebaikan, kedamaian, dan keberkahan dalam kehidupan sehari-hari.
Sementara itu, Plt. Kepala Kanwil Kementerian Haji Provinsi Jawa Timur, M. As’adul Anam, melaporkan pelaksanaan ibadah haji tahun 2026 berjalan lebih baik, terutama dari sisi kesehatan jemaah.
Pada Kloter I Debarkasi Surabaya, tercatat satu jemaah wafat dan satu lainnya masih menjalani perawatan karena sakit.
Ia juga mengapresiasi layanan Seamless Corridor dari pihak imigrasi yang dinilai mampu mempercepat proses verifikasi kepulangan jemaah haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya.
“Alat ini sangat membantu percepatan pelayanan. Saat ini fasilitas tersebut tersedia untuk kepulangan jemaah haji di Bandara Soekarno-Hatta Jakarta dan Bandara Internasional Juanda Surabaya,” pungkasnya. (ivan)