Tiga Penghargaan Jadi Sorotan Expo Konstruksi Jawa Timur 2026

parlemen | 12 Juni 2026 08:11

Tiga Penghargaan Jadi Sorotan Expo Konstruksi Jawa Timur 2026
Gubernur Khofifah Beri Tiga Penghargaan di Expo Konstruksi Jawa Timur 2026. (dok kominfo)

SURABAYA, PustakaJC.co – Tiga kategori penghargaan menjadi sorotan dalam gelaran Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 yang berlangsung di Grand City Surabaya, 9–11 Juni 2026. Penghargaan tersebut diserahkan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa sebagai bentuk apresiasi kepada pemerintah daerah dan pengembang yang dinilai berkontribusi dalam pembangunan permukiman, perumahan layak huni, serta penyediaan rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR).

 

Penghargaan kategori Program Penanganan Kawasan Kumuh Terpadu dan Terintegrasi Terbaikdiberikan kepada Kabupaten Pacitan dan Kabupaten Nganjuk. Sementara kategori Program Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) APBD diberikan kepada Kota Surabaya, Kabupaten Bojonegoro, dan Kabupaten Mojokerto. Dilansir dari kominfojatim.go.id, Kamis, (12/6/2026).

 

Adapun kategori Pengembang dengan Rumah Subsidi MBR Terbanyak diraih PT Irfa’i Berkah Sejahtera, PT Kinansyah Adi Jaya Land, dan PT Kokoh Exa Nusantara.

 

Selain penyerahan penghargaan, dalam kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Forum Jasa Konstruksi Jawa Timur Periode 2026–2029 sebagai langkah memperkuat sinergi dan kolaborasi pelaku jasa konstruksi di Jawa Timur.

 

 

Mewakili Gubernur Khofifah, Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengatakan sektor konstruksi memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi daerah. Menurutnya, kemajuan sektor ini tidak lepas dari kekompakan seluruh pemangku kepentingan.

 

“Karena kekompakan inilah yang menjadi modal dasar untuk memajukan Jawa Timur. Pelaku industri harus bisa bersanding pada waktunya dan bertanding untuk memberikan nilai tambah bagi masyarakat,” ujar Emil.

 

Sementara itu, Wakil Ketua DPP Gapeksindo, I Putu Geriya Astawa, berharap Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 mampu menjadi ruang lahirnya inovasi material bangunan dan teknologi konstruksi yang berkelanjutan. Di tengah kondisi industri konstruksi yang menghadapi berbagai tantangan, dukungan pemerintah dinilai penting untuk menjaga keberlangsungan sektor tersebut.

 

Ketua Panitia Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 sekaligus Ketua Persatuan Insinyur Indonesia (PII) Jawa Timur, Gentur Prihantono, mengatakan kegiatan ini menjadi wadah promosi, edukasi, dan kolaborasi yang mempertemukan pemerintah, dunia usaha, akademisi, asosiasi profesi, serta masyarakat jasa konstruksi.

 

 

Ia berharap kegiatan tersebut mampu meningkatkan pengetahuan, memperluas jejaring kemitraan, mendorong tumbuhnya inovasi, sekaligus membuka peluang investasi yang mendukung pembangunan infrastruktur, perumahan, permukiman, dan jasa konstruksi yang berkualitas serta berkelanjutan di Jawa Timur.

 

Expo Konstruksi Jawa Timur 2026 mengusung tema “Inovasi Material, Teknologi Konstruksi dan Perumahan yang Tangguh dan Berkelanjutan untuk Mendukung Jawa Timur sebagai Gerbang Baru Nusantara.” Kegiatan ini diikuti 16 principal bahan bangunan, 12 pengembang perumahan, serta 14 perusahaan sponsor, di antaranya Hutama Karya, Semen Gresik, dan Bank Jatim. Acara tersebut menjadi ajang kolaborasi berbagai pihak dalam mendorong pembangunan infrastruktur dan perumahan yang semakin berkualitas di Jawa Timur. (ivan)