Ia menjelaskan, perdagangan antardaerah memiliki peran penting dalam memperkuat integrasi ekonomi nasional. Melalui misi dagang, pemerintah daerah berupaya mempertemukan potensi komoditas unggulan dengan kebutuhan pasar di wilayah lain sehingga tercipta hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.
“Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri,” ujarnya.
Dari total transaksi yang tercatat, penjualan komoditas asal Jawa Timur mencapai Rp704,88 miliar. Sementara pembelian komoditas dari Provinsi Riau mencapai Rp361,15 miliar.
Berbagai produk unggulan Jawa Timur yang dipasarkan dalam misi dagang tersebut meliputi olahan daging unggas dan sapi, susu, DOC, kambing dan domba, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, pakan ikan, pakan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, aneka seafood, hingga produk olahan pangan.