Khofifah menilai, hasil misi dagang tersebut menunjukkan semakin luasnya peluang kerja sama ekonomi antardaerah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri.
Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh 5,96 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Jawa Timur juga menjadi kontributor terbesar kedua perekonomian di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen serta menyumbang 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.
“Transaksi yang terjadi menunjukkan semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Riau. Forum business matching tidak hanya mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi masing-masing daerah, tetapi juga membuka peluang investasi dan kemitraan bisnis jangka panjang,” tuturnya.
Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 52 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.
Khofifah berharap komitmen yang telah ditandatangani dalam misi dagang tersebut dapat segera direalisasikan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua provinsi. (ivan)