Transaksi Misi Dagang Jatim-Riau Melonjak Tiga Kali Lipat Jadi Rp1 Triliun

parlemen | 10 Juli 2026 13:26

Transaksi Misi Dagang Jatim-Riau Melonjak Tiga Kali Lipat Jadi Rp1 Triliun
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa pada Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau di Pekanbaru. (dok jatimpos)

PEKANBARU, PustakaJC.co – Komitmen transaksi dalam Misi Dagang dan Investasi Provinsi Jawa Timur dengan Provinsi Riau menembus angka Rp1,06 triliun. Nilai tersebut meningkat hampir tiga kali lipat dibanding pelaksanaan misi dagang serupa pada tahun 2020 yang mencatat transaksi sebesar Rp362,12 miliar.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memimpin langsung kegiatan yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Rabu, (8/7/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Riau Syahrial Abdi serta para pelaku usaha dari kedua provinsi. Dilansir dari jatimpos.co, Jumat, (10/7/2026).

 

Khofifah mengatakan, capaian transaksi senilai Rp1.066.031.400.000 menjadi bukti semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Riau. Menurutnya, misi dagang tidak hanya menjadi ajang pertemuan antara penjual dan pembeli, tetapi juga sarana memperkuat kemitraan antardaerah.

 

“Untuk tahun 2026 ini merupakan misi dagang yang kelima. Yang selalu kami bangun adalah penguatan kemitraan antarprovinsi. Karena itu kami terus membawa semangat tumbuh bersama, maju bersama, berkembang bersama, dan sejahtera bersama,” kata Khofifah.

 

 

Ia menjelaskan, perdagangan antardaerah memiliki peran penting dalam memperkuat integrasi ekonomi nasional. Melalui misi dagang, pemerintah daerah berupaya mempertemukan potensi komoditas unggulan dengan kebutuhan pasar di wilayah lain sehingga tercipta hubungan ekonomi yang saling menguntungkan.

 

“Kita ingin mempertemukan daerah yang memiliki komoditas dengan daerah yang membutuhkan pasokan, memperpendek rantai distribusi, memperluas pasar produk unggulan, sekaligus memperkuat penggunaan produk dalam negeri,” ujarnya.

 

Dari total transaksi yang tercatat, penjualan komoditas asal Jawa Timur mencapai Rp704,88 miliar. Sementara pembelian komoditas dari Provinsi Riau mencapai Rp361,15 miliar.

 

Berbagai produk unggulan Jawa Timur yang dipasarkan dalam misi dagang tersebut meliputi olahan daging unggas dan sapi, susu, DOC, kambing dan domba, beras, cabai, bawang merah, bawang putih, pakan ikan, pakan udang, benur, pupuk, bibit sapi Madura, kopi green bean, fillet dori, bahan baku baja, aneka seafood, hingga produk olahan pangan.

 

 

Sebaliknya, Jawa Timur memperoleh sejumlah komoditas strategis dari Riau seperti udang vaname, arang tempurung kelapa, kelapa jambul, pulp, dan sirip teripang kering.

 

Khofifah mengungkapkan, hubungan perdagangan kedua provinsi bersifat saling melengkapi. Jawa Timur memasok produk pangan dan hasil industri, sementara Riau menjadi pemasok bahan baku penting yang dibutuhkan sektor industri di Jawa Timur.

 

“Kebutuhan pulp di Jawa Timur sangat tinggi. Hampir 99 persen kebutuhan pulp Jawa Timur dipasok dari Provinsi Riau. Karena itu secara perdagangan kita memang masih mengalami defisit terhadap Riau. Namun kondisi ini justru menunjukkan kuatnya keterhubungan ekonomi kedua provinsi,” jelasnya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Khofifah juga memaparkan sejumlah transaksi terbesar yang berhasil dibukukan. Nilai tertinggi berasal dari kerja sama PT Kharim Mandiri Indonesia, Kota Kediri, dengan PT Unggas Riau Perkasa, Kabupaten Kampar, senilai Rp202,19 miliar per tahun untuk komoditas olahan daging unggas, olahan daging sapi, susu, DOC, dan domba.

 

Selain itu, PT Ayo Tani Kabupaten Kediri mencatat transaksi dengan PT Riau Multi Trade senilai Rp108,5 miliar per tahun untuk komoditas beras, bawang merah, cabai, gula merah, dan teh curah. Perusahaan yang sama juga menjalin kerja sama dengan PT Riau Pangan Bertuah senilai Rp101,4 miliar.

 

Transaksi besar lainnya dilakukan Pabrik Rokok Dian Mulyo Kabupaten Trenggalek dengan nilai Rp79,2 miliar per tahun, serta PT Suri Tani Pemuka Kabupaten Sidoarjo dengan PT Anagi Mandiri Sejahtera Kabupaten Kampar senilai Rp71,11 miliar per tahun untuk komoditas pakan ikan, pakan udang, dan benur.

 

 

 

 

Khofifah menilai, hasil misi dagang tersebut menunjukkan semakin luasnya peluang kerja sama ekonomi antardaerah yang dapat mendorong pertumbuhan ekonomi nasional sekaligus memperkuat rantai pasok dalam negeri.

 

Pada Triwulan I 2026, ekonomi Jawa Timur tercatat tumbuh 5,96 persen secara tahunan atau lebih tinggi dibanding pertumbuhan ekonomi nasional. Jawa Timur juga menjadi kontributor terbesar kedua perekonomian di Pulau Jawa dengan kontribusi 25,16 persen serta menyumbang 14,40 persen terhadap perekonomian nasional.

 

“Transaksi yang terjadi menunjukkan semakin kuatnya hubungan ekonomi antara Jawa Timur dan Riau. Forum business matching tidak hanya mempertemukan kebutuhan pasar dengan potensi produksi masing-masing daerah, tetapi juga membuka peluang investasi dan kemitraan bisnis jangka panjang,” tuturnya.

 

Secara kumulatif, sejak 2019 hingga 2026 Pemerintah Provinsi Jawa Timur telah melaksanakan 52 kali misi dagang dalam negeri dengan total komitmen transaksi mencapai Rp40,21 triliun dari 2.250 transaksi yang melibatkan 2.602 pelaku usaha.

 

Khofifah berharap komitmen yang telah ditandatangani dalam misi dagang tersebut dapat segera direalisasikan menjadi kerja sama bisnis yang berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi masyarakat di kedua provinsi. (ivan)