Jatim Optimistis Perkuat Posisi sebagai Sentra Gula dan Lumbung Padi

parlemen | 19 Juli 2026 13:34

Jatim Optimistis Perkuat Posisi sebagai Sentra Gula dan Lumbung Padi
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (tengah) bersama Kapolda Jawa Timur Irjen Pol Nanang Avianto (kanan) berbincang dengan Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan saat menghadiri panen raya bersama TNI di kawasan Pangkalan TNI Angkatan Udara (Lanud) Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur. (dok antara)

MALANG, PustakaJC.co – Jawa Timur optimistis mampu memperkuat posisinya sebagai sentra gula sekaligus salah satu lumbung padi nasional melalui kolaborasi lintas sektor. Sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, aparat keamanan, BUMN, pelaku usaha, hingga petani dinilai menjadi fondasi penting dalam menjaga ketahanan pangan dan mewujudkan swasembada pangan nasional.

 

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan kolaborasi menjadi faktor utama yang mendorong peningkatan produktivitas sektor pertanian di Jawa Timur. Menurutnya, daerah ini memiliki potensi besar untuk terus menjadi penopang kebutuhan pangan nasional. Dilansir dari antaranews.com, Minggu, (19/7/2026).

 

“Kolaborasi adalah kunci. Jawa Timur memiliki modal yang kuat untuk terus berkontribusi bagi Indonesia sebagai produsen gula terbesar nasional dan salah satu lumbung padi Indonesia,” ujar Khofifah dalam keterangan resminya, Sabtu, (18/7/2026).

 

 

Saat ini, Jawa Timur berkontribusi sekitar 51 persen terhadap produksi gula nasional. Pada 2025, produksi gula kristal putih di provinsi ini mencapai sekitar 1,34 juta ton, menjadikannya daerah penghasil gula terbesar di Indonesia.

 

Untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan capaian tersebut, pada 2026 Jawa Timur dipercaya melaksanakan program bongkar ratoon di lahan seluas 48.315 hektare. Selain itu, pemerintah juga menjalankan program perluasan areal tanam tebu seluas 6.582 hektare sehingga total target pengembangan tebu mencapai 54.897 hektare yang tersebar di 24 kabupaten sentra tebu.

 

Di sektor padi, kinerja Jawa Timur juga menunjukkan tren positif. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), luas panen padi pada 2025 mencapai sekitar 1,84 juta hektare atau meningkat 13,88 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

 

Produksi padi pada periode tersebut mencapai 10,44 juta ton gabah kering giling (GKG), meningkat 12,60 persen dibandingkan 2024. Sementara produksi pada 2026 diperkirakan setara sekitar 6,03 juta ton beras untuk konsumsi penduduk, sehingga semakin memperkokoh posisi Jawa Timur sebagai salah satu provinsi penghasil padi terbesar di Indonesia.

 

 

Khofifah menegaskan capaian tersebut menjadi motivasi bagi Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk terus meningkatkan produktivitas sektor pangan melalui berbagai inovasi dan penguatan kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan.

 

Menurutnya, langkah tersebut tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan produksi gula dan padi, tetapi juga memperbesar kontribusi Jawa Timur terhadap ketahanan pangan nasional.

 

“Kami akan terus menghadirkan inovasi agar kontribusi kami terhadap ketahanan pangan nasional semakin besar,” katanya.

 

Ia juga memastikan Pemerintah Provinsi Jawa Timur mendukung penuh berbagai program strategis pemerintah pusat, khususnya yang berkaitan dengan penguatan ketahanan pangan dan percepatan swasembada gula.

 

Dengan sinergi yang terus diperkuat, Khofifah optimistis ketahanan pangan nasional akan semakin kokoh dan Indonesia mampu mewujudkan kedaulatan pangan yang berkelanjutan. (ivan)