SURABAYA, PustakaJC.co – Jawa Timur terus memperkuat posisinya sebagai salah satu penyangga utama ketahanan pangan nasional. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengungkapkan sedikitnya lima komoditas pangan strategis dari Jatim masih menjadi yang tertinggi di Indonesia, yakni beras, jagung, telur, gula, dan daging sapi.
Pernyataan tersebut disampaikan Khofifah saat menghadiri pasar murah di Kabupaten Pamekasan. Menurutnya, capaian tersebut menjadi bukti konsistensi Jawa Timur dalam menjaga produktivitas sektor pertanian dan peternakan. Dilansir dari kompas.com, Selasa, (21/7/2026).
Khofifah menjelaskan, produksi beras Jawa Timur telah menjadi yang tertinggi secara nasional selama tujuh tahun berturut-turut. Capaian tersebut terus dipertahankan melalui berbagai program penguatan sektor pertanian.
“Untuk beras, kita tertinggi dibanding semua provinsi dan terus kita kembangkan,” ujar Khofifah.
Selain beras, Jawa Timur juga masih menjadi provinsi dengan produksi jagung dan gula tertinggi di Indonesia. Bahkan, produksi gula dari Jawa Timur disebut menyumbang hampir 51 persen kebutuhan gula konsumsi nasional.
Di sektor peternakan, produksi telur ayam juga masih menjadi yang tertinggi dibanding provinsi lain. Karena itu, pemerintah provinsi terus mendorong pengembangan usaha peternakan ayam agar kapasitas produksi tetap terjaga.
Komoditas lain yang turut menjadi andalan adalah daging sapi. Khofifah menyebut populasi sapi di Jawa Timur saat ini mencapai sekitar 3,6 juta ekor, sehingga mampu menjadikan provinsi ini sebagai penghasil daging sapi terbesar di Indonesia.
“Yang tertinggi juga daging sapi. Kita masih tertinggi se-Indonesia dan terus kami pertahankan,” katanya.
Menurut Khofifah, keberhasilan mempertahankan produksi lima komoditas tersebut tidak lepas dari pembinaan yang terus dilakukan kepada petani dan peternak di seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
“Kita terus lakukan program pembinaan di semua kabupaten di Jawa Timur,” ujarnya.
Selain lima komoditas utama tersebut, Khofifah menambahkan masih terdapat sejumlah komoditas lain yang memiliki produksi tinggi. Kondisi itu semakin memperkuat peran Jawa Timur sebagai salah satu daerah penopang utama ketahanan pangan nasional. (ivan)