SURABAYA, PustakaJC.co - Universitas Airlangga (UNAIR) resmi memasuki era baru. Prof. Dr. Muhammad Madyan dilantik sebagai Rektor UNAIR periode 2025–2030, menggantikan Prof. Dr. Mohammad Nasih yang telah memimpin selama dua periode. Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa yakin UNAIR akan semakin berdampak dan berdaya saing global.
Pelantikan Prof. Madyan berlangsung di Aula Garuda Mukti, Kampus MERR C UNAIR, Surabaya, Selasa, (17/6/2025). Acara ini dihadiri oleh jajaran pimpinan UNAIR, Majelis Wali Amanat, Forkopimda Jawa Timur, hingga tokoh nasional seperti Menteri PUPR Ir. Dody Hanggodo dan Gubernur Jatim periode 2009–2019 Soekarwo. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (18/6/2025).
Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada kepemimpinan Prof. Madyan.
“Kami optimistis UNAIR akan terus melaju menjadi kampus terkemuka skala dunia dan bisa terus berkontribusi bagi bangsa,” ujar Gubernur Khofifah.
Khofifah juga menegaskan pentingnya peran perguruan tinggi dalam membantu pemerintah menyelesaikan persoalan sosial dan ekonomi.
“Sudah saatnya kampus menjadi garda terdepan dalam memberi solusi bagi masalah bangsa. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri,” tegasnya.
Rektor baru UNAIR Prof. Madyan dalam sambutannya menyampaikan bahwa tugas memimpin UNAIR bukanlah hal ringan. Di tengah tantangan global dan disrupsi digital, kampus harus mampu menjawab kebutuhan zaman.
“Kami berkomitmen meningkatkan kualitas dan daya saing lulusan UNAIR agar relevan, kompeten, dan sesuai permintaan industri,” ujar Rektor baru UNAIR Prof. Madyan.
Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan angka pengangguran muda di Indonesia pada 2023 mencapai 13,3 persen. Prof. Madyan menilai perguruan tinggi harus hadir menjawab persoalan ini.
“Selain mendorong peningkatan employability lulusan, kami juga fokus menumbuhkan semangat kewirausahaan agar tercipta lapangan kerja baru,” imbuh Prof. Madyan.
Ketua Majelis Wali Amanat UNAIR, Prof. Sunarto, juga berpesan agar Prof. Madyan tak hanya menjadi administrator, tapi pemimpin moral, akademik, dan korporasi universitas.
“Seorang Rektor harus menjadi suri tauladan dan visioner. Dengan pengalaman dan komitmen yang dimiliki Prof. Madyan, kami yakin UNAIR akan melaju lebih solid dan berdampak,” katanya.
Sebagai kampus yang saat ini berada di peringkat 308 dunia versi QS World University Rankings 2025, UNAIR dinilai siap memperkuat posisinya sebagai World Class University.
Prof. Madyan menegaskan bahwa UNAIR akan berjalan seirama dengan Asta Cita Presiden RI untuk memperkuat kontribusi keilmuan bagi masyarakat dan bangsa.
“UNAIR siap mendukung Asta Cita Presiden dan menjadi kampus berdampak bagi masyarakat,” pungkasnya.
Kepemimpinan baru di UNAIR membawa semangat baru menuju pendidikan tinggi yang lebih relevan, responsif, dan kontributif. Dengan dukungan semua pihak, UNAIR terus melangkah pasti menjadi simbol kekuatan intelektual Indonesia di panggung global. (ivan)