“Bahasa Jawa telah menjadi pelajaran wajib. Kini, Krama Inggil akan kami masukkan dalam muatan lokal dan modul ajar. Ini bukan sekadar wacana, tapi bentuk nyata pembiasaan,” ujar Yusuf, Rabu, (9/7/2025).
Meski Surabaya adalah kota multikultural, Yusuf memastikan pendekatan yang digunakan tetap inklusif.
“Kami sesuaikan dengan Bahasa Jawa khas Surabaya. Dalam mendongeng, misalnya, siswa boleh memakai logat seperti kata ‘rek’ atau ‘koen’. Fleksibel dan membumi,” tambahnya.