“Kami ingin Bahasa Jawa Krama Inggil hidup dan lestari di kalangan generasi muda Kota Pahlawan. Dengan pelatihan guru dan modul terstandar, kami optimis bisa mewujudkannya,” tutup Yusuf.
Program Kamis Mlipis bukan sekadar formalitas. Ini adalah upaya serius Pemkot Surabaya untuk menghidupkan kembali akar budaya melalui pendidikan. Dari ruang kelas, Bahasa Jawa kini jadi identitas yang dibanggakan, bukan hanya dikenang. (ivan)