Guru Inklusi Jadi Prioritas Eri Cahyadi Tegaskan Surabaya Bergerak Bersama

pendidikan | 12 Juli 2025 04:59

Guru Inklusi Jadi Prioritas Eri Cahyadi Tegaskan Surabaya Bergerak Bersama
Walikota Surabaya, Eri Cahyadi (tengah). (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Pengukuhan pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Kota Surabaya masa bakti XXIII periode 2025–2030 digelar di Graha Sawunggaling, Jumat, (11/7/2025). Acara ini menjadi momentum penguatan peran guru dalam pembangunan kota, khususnya dalam menciptakan pendidikan yang inklusif dan berkeadilan.

Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, menyebut guru sebagai sosok kunci yang membentuk karakter dan arah masa depan generasi muda.  Dilansir dari jawapos.com, Jumat, (12/7/2025).

“Surabaya tidak akan pernah bisa menjalani hal yang luar biasa tanpa kehadiran seorang guru,” ucapnya di hadapan ratusan guru yang hadir.

Ia mengingatkan bahwa guru bukan sekadar pengajar, tapi juga berperan sebagai orang tua kedua bagi para siswa.

“Doa yang mustajabah itu doa dari orang tua, dan guru-guru kita juga adalah orang tua dalam proses pendidikan,” imbuh Eri

Pada kesempatan itu, istri Wali Kota Surabaya, Rini Indrayani, dianugerahi gelar “Ibunda Guru Kota Surabaya”. Gelar itu diberikan sebagai bentuk apresiasi atas dukungannya kepada para tenaga pendidik serta kontribusinya sebagai pengayom PGRI.

Dalam pidatonya, Eri menekankan pentingnya kolaborasi antara PGRI dan Dinas Pendidikan. Ia berharap sinergi ini tidak hanya mencakup guru SD dan SMP, tetapi juga guru SMA dan SMK agar pendidikan Surabaya berjalan sebagai satu sistem yang utuh.

Salah satu fokus utama Eri adalah penguatan pendidikan inklusif. Ia mengakui bahwa menjadi guru inklusi adalah tantangan tersendiri.

“Memang inklusi ini agak berat. Gurunya tidak bisa sembarangan orang. Tapi kita sudah bergerak bersama,” kata Eri.

Ia menyebut bahwa Surabaya kini sudah memiliki Rumah Anak Prestasi, yang berperan sebagai ruang pembinaan anak-anak berkebutuhan khusus dan para guru inklusi.

 “Kalau kurang, kita tambah. Nanti kita juga akan kenalkan anak-anak pada sekolahnya, pada kegiatan-kegiatannya,” tegas Walikota Surabaya ini.

Sebagai penguatan, Eri memperkenalkan konsep Sekolah Bakat. Program ini memungkinkan anak-anak mengembangkan potensi di luar pelajaran akademik setelah pukul 12 siang.

 “Di sana mereka bisa mengembangkan potensi dan wawasan kebangsaan. Yang penting mereka tidak merasa berbeda dan tidak lagi dibully,” tukas Cak Eri.

Dengan semangat kolaboratif ini, Eri berharap seluruh elemen pendidikan di Surabaya mampu mencetak generasi yang cerdas, tangguh, dan memiliki karakter kebangsaan yang kuat. (ivan)