Agnes Warsiati Kembali Pimpin PGRI Surabaya, Fokus Kawal UU Perlindungan Guru

pendidikan | 13 Juli 2025 05:54

Agnes Warsiati Kembali Pimpin PGRI Surabaya, Fokus Kawal UU Perlindungan Guru
Pelantikan pengurus PGRI Kota Surabaya masa bakti 2025 – 2030. (dok jawapos)

 SURABAYA, PustakaJC.co – Dikenal sebagai tokoh pejuang pendidikan, Agnes Warsiati kembali dipercaya menjabat Ketua PGRI Surabaya dalam periode 2025–2030. Pelantikan digelar secara khidmat di Gedung Sawunggaling, Balai Kota Surabaya, Sabtu, (12/7/2025), dan dihadiri ratusan guru.

Agnes menyampaikan terima kasih kepada Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi atas komitmennya dalam memperkuat peran guru di Kota Pahlawan. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (13/7/2025).

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bapak Wali Kota Surabaya yang selalu memberikan dukungan, dan terima kasih kepada Ibu Rini yang menerima penganugerahan Ibunda Guru Surabaya,” ujar Agnes penuh haru.

Dalam periode kedua kepemimpinannya ini, Agnes mengaku akan memfokuskan langkah organisasi pada pengawalan Undang-Undang Perlindungan Guru, yang kini telah masuk dalam tahap pengusulan ke Kementerian.

“Supaya seluruh guru terlindungi saat menjalankan tugas. Apalagi Surabaya ini Kota Ramah Anak. Kami akan berjuang untuk guru dan anak-anak,” tegasnya.

Menurutnya, kehadiran UU ini penting karena kasus kriminalisasi terhadap guru masih sering terjadi di lapangan. Ia berharap tak ada lagi guru yang merasa cemas saat menjalankan tugasnya.

Supaya Ibu Bapak Guru kita, ketika mengajar tidak was-was. Peran guru itu sangat vital dalam mencerdaskan generasi muda,” imbuh Agnes.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyampaikan apresiasi atas dedikasi Agnes dalam membawa perubahan selama periode pertamanya.

“Matur nuwun dengan semangatnya PGRI Surabaya, para guru bisa bersatu dan menjadi luar biasa. Bu Agnes terpilih kembali, saya ucapkan selamat. Ini berkah untuk Surabaya,” ucap Eri.

Sebagai bentuk dukungan konkret, Wali Kota Eri menginstruksikan Dinas Pendidikan untuk mengadakan forum diskusi rutin bersama guru dua bulan sekali, dari semua jenjang pendidikan.

 

“Yang saya harapkan pada 2026, guru-guru semakin sejahtera. Karena guru ini tanpa tanda jasa,” ujar Eri.

Susunan Pengurus PGRI Kota Surabaya 2025–2030:

•Ketua: Agnes Warsiati

•Wakil Ketua I: Akhmat Suharto

•Wakil Ketua II: Matrai Faridhin

•Wakil Ketua III: Sutrisno

•Sekretaris: Sutrisno

•Wakil Sekretaris: Eko Julistiono

•Bendahara: Sutiana

•Wakil Bendahara: Denok Ribut

Dengan semangat baru dan kepemimpinan yang berpengalaman, PGRI Surabaya di bawah Agnes Warsiati bersiap menjadikan guru lebih terlindungi, bermartabat, dan sejahtera. Perjuangan itu dimulai dari Surabaya—menuju Indonesia yang makin menghargai pendidik. (ivan)