JAKARTA, PustakaJC.co – Program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) dari Kementerian Agama RI kembali menjadi primadona. Tahun ini, Kemenag hanya menyediakan 230 kuota beasiswa S2 dan S3 dalam negeri, sementara jumlah pendaftarnya menembus 4.455 orang.
Kepala Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (Puspenma) Setjen Kemenag, Ruchman Basori, mengatakan bahwa persaingan sangat ketat karena peminat membludak. “Kuota yang akan diambil terbatas, sehingga sangat kompetitif,” kata Ruchman saat memantau jalannya tes wawancara di Pusdiklat Keagamaan Ciputat, dikutip dari kemenag.go.id, Rabu, (23/7/2025).
Total pendaftar BIB dari semua kategori mencapai 13.624 orang, dengan sekitar 33 persen di antaranya mendaftar untuk jenjang S2 dan S3 dalam negeri. Dari 3.214 pendaftar S2 dalam negeri, sebanyak 1.779 dinyatakan lolos administrasi dan hanya 527 yang berhasil melewati seleksi akademik dan bakat skolastik, kini tengah menjalani tahap wawancara. Sementara untuk jenjang S3, dari 1.241 pendaftar, sebanyak 874 lolos administrasi dan 483 lanjut ke tahap wawancara setelah melewati seleksi akademik.
Tes wawancara diselenggarakan secara daring mulai 14 hingga 23 Juli 2025. Dalam prosesnya, terdapat 40 ruang wawancara daring yang beroperasi setiap hari, dengan format dua pewawancara, satu peserta, dan satu liaison officer (LO) di setiap sesi.
Menurut Ruchman, tingginya antusiasme peserta menunjukkan bahwa beasiswa ini sangat dibutuhkan. “Studi S2 apalagi S3 masih dianggap berbiaya mahal. Karenanya kehadiran negara sangat penting untuk menjamin akses pendidikan tinggi yang merata,” ujarnya. Ia juga menegaskan pentingnya peningkatan jumlah dosen bergelar doktor guna memenuhi ketentuan Undang-Undang Guru dan Dosen serta mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia.
“Para dosen harus bergelar doktor naik satu digit dari ketentuan UU Guru dan Dosen, sehingga dibutuhkan beasiswa untuk menopang peningkatan kualitas dimaksud,” ucapnya.
Ruchman mengingatkan bahwa tahap wawancara ini sangat menentukan dan peserta harus mempersiapkan diri secara matang dan strategis. “Persiapkan diri secara matang dan powerfull. Jangan remehkan tahap wawancara karena ini krusial,” katanya.
Ia berharap, jika anggaran BIB dari LPDP bisa ditingkatkan, maka jumlah penerima beasiswa juga dapat bertambah, terutama di kampus-kampus terbaik dalam negeri.
“Dari BIB untuk Indonesia, dan dari Indonesia untuk dunia,” tutup Ruchman. (ivan)