BREBES, PustakaJC.co - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah memastikan perhatian kepada para guru agama semakin besar. Mulai tahun 2026 mendatang, insentif yang sebelumnya Rp250 miliar akan ditingkatkan menjadi Rp300 miliar.
Wakil Gubernur Jawa Tengah, Taj Yasin Maimoen, menegaskan komitmen itu saat menghadiri Multaqo Sanawi Internasional ke-33 Hai’ah Ash Shofwah Al Malikiyyah di Pondok Pesantren Darussalam Jatibarang, Brebes, dilansir dari nu.or.id, Minggu, (24/8/2025).
“Insyaallah tahun 2026 akan kami tingkatkan insentif yang diberikan ke guru agama dari Rp250 miliar menjadi Rp300 miliar. Ini belum final, maka di kesempatan ini kami sekaligus meminta doa dan mengajak bareng-bareng untuk mengawal,” ucapnya.
Selain peningkatan insentif, Pemprov Jateng juga menyiapkan program penghargaan untuk santri penghafal Al-Qur’an. Setiap hafiz dan hafizah yang khatam saat wisuda akan diberikan hadiah Rp1 juta.
“Hafiz-hafizah yang khatam akan kami beri hadiah Rp1 juta per anak saat wisuda. Semoga ini jadi amal kami di pemerintah kepada ulama dan penghafal Al-Qur’an,” tambahnya.
Dalam forum tersebut, Taj Yasin juga mengingatkan pentingnya adab di tengah masyarakat. Ia menilai banyak orang pintar, namun yang benar-benar berilmu sekaligus rendah hati jumlahnya sedikit.
“Forum seperti multaqo ini menjadi contoh bagaimana masyarakat bisa duduk bersama dan saling menghormati ulama,” katanya.
Sementara itu, KH Sholeh Basalamah, Pengasuh Pondok Pesantren Darussalam Brebes, menekankan peran pemikiran Abuya Al Malikiy. Menurutnya, dakwah Abuya tidak hanya lewat tulisan, tetapi juga melalui gagasan yang memakmurkan pikiran dan hati umat.
Kenaikan insentif guru agama dan penghargaan untuk santri penghafal Al-Qur’an menjadi bukti nyata komitmen Pemprov Jateng dalam mendukung pendidikan keagamaan dan memuliakan para ulama. (ivan)