SURABAYA, PustakaJC.co — Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) resmi memastikan pelaksanaan perdana Tes Kemampuan Akademik (TKA) untuk siswa jenjang Sekolah Lanjutan Tingkat Atas (SLTA) siap digelar pada 3–4 November 2025.
Program ini menjadi tonggak baru dalam sistem asesmen nasional, menggantikan sebagian peran ujian konvensional. Antusiasme publik luar biasa: lebih dari 3,5 juta siswa dari 43 ribu sekolah di seluruh Indonesia telah mendaftar mengikuti TKA perdana ini.
TKA Mirip ANBK, Siap Dilaksanakan di Seluruh Indonesia
Kepala Bidang Pengembangan dan Fasilitasi Pelaksanaan Asesmen Pusmendik Kemendikdasmen, Handaru Catu Bagus, menyebutkan bahwa sistem TKA dirancang mirip dengan Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) yang sudah berjalan.
“Kalau ditanya kesiapan, kami sudah di kisaran 90 persen,” ujar Handaru dalam konferensi pers di Jakarta, Jumat (17/10/2025).
Dari total pendaftar 3.518.167 siswa, peserta berasal dari SMA, SMK, Madrasah Aliyah (MA), serta sekolah keagamaan dan sekolah luar biasa yang telah memiliki NPSN dan NISN valid.
Antisipasi Gangguan dan Jadwal Susulan
Kemendikdasmen juga menyiapkan langkah mitigasi, termasuk menghadapi potensi pemadaman listrik atau gangguan teknis.
“Kalau mati lampu, tes bisa dilanjut dengan tambahan waktu toleransi. Kalau tidak memungkinkan, akan ada jadwal susulan pada 23–27 November 2025,” jelas Handaru.
Namun, jika gangguan berulang di jadwal susulan, data yang sempat terekam akan digunakan sebagai hasil akhir.
Hasil TKA Bisa Dipakai untuk Banyak Keperluan
Pelaksanaan TKA diatur dalam Permendikdasmen Nomor 9 Tahun 2025. Hasil tes ini tidak hanya berfungsi sebagai pengukuran akademik, tapi juga bisa digunakan untuk:
Seleksi masuk jenjang pendidikan berikutnya,
Penyetaraan pendidikan nonformal,
Seleksi akademik lembaga kedinasan dan BUMN.
“Kami ingin agar instansi seperti Akmil, Akpol, sekolah kedinasan, dan BUMN memanfaatkan hasil TKA seperti dulu memakai hasil ujian nasional,” tambah Handaru.
Selain itu, hasil TKA juga bisa dijadikan portofolio akademik, terutama bagi lulusan SMK yang ingin melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja.
Jadwal Pelaksanaan TKA 2025
Gelombang 1 (Sekolah Formal): 3–4 November 2025
Gelombang 2 (Sekolah Formal): 5–6 November 2025
Pendidikan Nonformal: 8–9 November 2025
Jadwal Susulan: 23–27 November 2025
Semua tes dilaksanakan di sekolah masing-masing dengan sistem berbasis komputer.
Psikolog: TKA Bukan Ujian Menakutkan
Psikolog pendidikan Neliana Puspitasari menegaskan bahwa TKA seharusnya tidak menjadi momok bagi siswa.
“TKA bukan sesuatu yang menakutkan. Hasilnya justru membantu kita memahami potensi anak berada di bidang apa,” ujarnya.
Ia menambahkan, hasil TKA yang belum maksimal bukan kegagalan, melainkan peluang untuk mengenali kekuatan diri di luar akademik.
“Ada kecerdasan musik, bahasa, hingga kemampuan sosial. Orang tua dan guru perlu jadi support system agar anak tidak merasa tertekan,” ujarnya.
Data Peserta TKA 2025
SMA: 1,75 juta siswa
SMK: 1,59 juta siswa
MA: 506 ribu siswa
Sekolah keagamaan & SLB: sejumlah satuan pendidikan di seluruh Indonesia
TKA 2025 menandai langkah baru dunia pendidikan Indonesia menuju sistem evaluasi akademik yang lebih modern, fleksibel, dan terintegrasi. Dengan jumlah peserta lebih dari 3,5 juta siswa, program ini menjadi salah satu asesmen terbesar di Asia Tenggara. (int)