Menag Dorong Kurikulum Cinta dan Doa untuk Wujudkan Indonesia Damai

pendidikan | 19 Oktober 2025 11:07

Menag Dorong Kurikulum Cinta dan Doa untuk Wujudkan Indonesia Damai
Menag Nasaruddin Umar pimpin doa dalam acara "Indonesia Berdoa" yang digelar Formas (Forum Masyarakat Indonesia Emas). (dok kemenag)

JAKARTA, PustakaJC.co – Menteri Agama Nasaruddin Umar mendorong penerapan kurikulum cintasebagai pedoman hidup berbangsa agar perbedaan di Indonesia dapat dirangkai menjadi kekuatan dalam bingkai kebinekaan.

 

“Kurikulum cinta perlu ditata agar perbedaan ini diramu menjadi lukisan indah. Kebinekaan adalah lukisan Tuhan, dan Indonesia adalah karya Tuhan yang paling indah di dunia,” ujar Menag dalam acara Doa Bersama Lintas Agama yang digelar Forum Masyarakat Indonesia Emas (Formas) di Ballroom Kuningan City Mall, Jakarta, dilansir dari kemenag.go.id, Minggu, (19/10/2025).

 

Acara ini diawali dengan pembacaan doa oleh perwakilan enam agama: Katolik, Kristen, Konghucu, Hindu, Buddha, dan Islam. Hadir di antaranya Ketua Umum Formas Yohanes Handojo Budhisedjati, Dewan Pembina Formas Hasyim Jojohadikusumo, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Arifah Fauzi, Mahfud MD, Habib Luthfi bin Yahya, serta keluarga besar Formas.

 

 

 

Menag juga mengajak masyarakat memperbanyak ruang spiritualitas dan tempat ibadah sebagai sarana penyadaran diri dan pendekatan kepada Tuhan.

 

 

“Makin banyak tempat berdoa, makin banyak ruang penyadaran terhadap Tuhan. Itu lebih baik daripada rumah-rumah preman yang menjauhkan orang dari Tuhan,” tegasnya.

 

Dalam kesempatan itu, Menag memimpin doa bersama memohon ampun dan berharap Indonesia menjadi bangsa damai, sejahtera, dan berkarakter.

 

 

“Harapan kami, bangsa ini menjadi bangsa yang berjaya, sejahtera, santun, dan saling mengasihi,”tutup Menag.

 

Acara doa lintas agama yang digelar Formas menjadi momentum refleksi untuk memperkuat nilai kasih, toleransi, dan spiritualitas dalam kehidupan masyarakat Indonesia yang majemuk. (ivan)