Gubernur Khofifah Apresiasi SMAN 1 Dampit Siap Jadi Role Model Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah

pendidikan | 02 November 2025 07:22

Gubernur Khofifah Apresiasi SMAN 1 Dampit Siap Jadi Role Model Ketahanan Pangan Berbasis Sekolah
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau kebun edukatif program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMAN 1 Dampit, Kabupaten Malang, Jumat, (31/10/2025). Kunjungan ini turut didampingi Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur Aries Agung Paewai yang mengenakan batik kuning.

MALANG, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa meninjau program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP) di SMAN 1 Dampit, Kabupaten Malang, Jumat, (31/10/2025). Program ini merupakan pengembangan dari School Food Care (SFC) yang diinisiasi Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan.

 

Dalam kunjungannya, Khofifah didampingi Kadis Pendidikan Jatim Aries Agung Paewai dan Kepala SMAN 1 Dampit Yudi Krisdianto, meninjau lahan seluas empat hektare yang kini menjadi kebun edukatif berisi sekitar 300 jenis tanaman pangan dan hortikultura.

 

Mulai dari blonceng, pisang, tomat, bayam Brazil, hingga talas Bentoel tumbuh subur dengan sistem pertanian organik yang dikelola siswa dan guru. Di area tersebut juga terdapat kolam lele sebagai bagian dari sistem SIKAP.

 

“Saya kagum, ada 300 jenis sayur dan buah di sini. Siswa sangat semangat mengembangkan SIKAP dengan tanaman lokal,” ujar Khofifah.

 

 

 

Ia menegaskan, pendidikan karakter dan cinta alam perlu ditanamkan sejak dini melalui pembelajaran berbasis lingkungan. 

 

“Anak-anak perlu belajar berkreasi dan berinovasi lewat alam dan tanaman,” tambahnya.

 

Khofifah juga menilai inisiatif SMAN 1 Dampit selaras dengan program ketahanan pangan Presiden Prabowo Subianto. 

 

“Ketahanan pangan tak hanya di lahan luas. Sekolah juga bisa berperan menanam sayur dan buah sesuai program Astacita Presiden,” tegasnya.

 

 

 

Kepala SMAN 1 Dampit Yudi Krisdianto mengungkapkan, lahan tersebut dulunya merupakan tempat pembuangan sampah sebelum diubah menjadi kebun produktif pada 2024. 

 

“Sekarang dikelola guru dan siswa melalui program SIKAP,” ujarnya.

 

Selain untuk pembelajaran, hasil pertanian dijual ke guru, wali murid, dan masyarakat sekitar. 

 

“Semua menggunakan pupuk organik agar hasilnya sehat,” tambah guru Bahasa Indonesia sekaligus Ketua Tim Adiwiyata, Kustiawati.

 

 

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah juga menyerahkan bantuan sepatu bagi 10 siswa afirmasi, sembako untuk 13 tenaga kebersihan dan keamanan, serta bantuan sarung, mukenah, dan sajadah untuk Takmir Masjid Fatahillah. Ia turut memberikan dana Rp50 juta untuk pembangunan masjid sekolah.

 

“Saya harap bantuan ini mempercepat pembangunan masjid agar segera dimanfaatkan warga sekolah. Dari sini akan lahir generasi berilmu, beriman, dan berakhlak mulia,” pungkas Khofifah. (ivan)