Kemenag, lanjut Nasaruddin, telah melakukan pendataan awal terhadap dampak bencana, termasuk jumlah madrasah, rumah ibadah, korban meninggal, serta anak yatim di wilayah terdampak. Data tersebut akan menjadi dasar penyusunan langkah lanjutan, termasuk revitalisasi sarana ibadah yang rusak.
“Untuk kepentingan agama, penyelesaian pembangunan fisik yang rusak memang menjadi tugas kita,” tegasnya.
Selain pemulihan fisik, Kemenag juga menyiapkan dukungan sosial bagi keluarga terdampak, termasuk skema beasiswa bagi anak-anak yang terdampak bencana. Bantuan awal berupa makanan dan hunian sementara telah berjalan di sejumlah daerah dan akan terus disesuaikan dengan kondisi di lapangan melalui koordinasi lintas pihak. (ivan)