SURABAYA, PustakaJC.co - Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mengambil langkah konkret membantu mahasiswa yang keluarganya terdampak banjir bandang dan longsor di Sumatera Barat, Sumatera Utara, dan Aceh. Selain keringanan hingga pembebasan Uang Kuliah Tunggal (UKT), Unair juga menyalurkan bantuan biaya hidup.
Ketua Pusat Pengelolaan Dana Sosial (PUSPAS) Unair, Wisudanto, mengatakan pihaknya telah melakukan pendataan terhadap mahasiswa terdampak. Hasilnya, 64 mahasiswa terkonfirmasi membutuhkan bantuan. Dilansir dari jawapos.com, Minggu, (14/12/2025).
“Bantuan yang akan disalurkan berupa keringanan UKT serta bantuan biaya hidup melalui Kartu Sahabat PUSPAS,” ujar Wisudanto, Minggu, (14/12/2025).
Ia menjelaskan, kebijakan tersebut merupakan bagian dari komitmen Unair mendukung Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 4 tentang Quality Education, agar mahasiswa tetap dapat melanjutkan studi meski terdampak bencana.
Tak hanya bantuan finansial, PUSPAS Unair juga menyalurkan makan siang gratis bagi mahasiswa terdampak melalui masing-masing fakultas.
“Ini sejalan dengan SDGs poin 2, yakni zero hunger. Kami berupaya membantu semaksimal mungkin,”imbuhnya.
Dalam kesempatan yang sama, PUSPAS Unair juga membuka open donasi bagi korban bencana di Sumatera. Donasi akan dikelola secara transparan dan profesional untuk mendukung proses pemulihan.
Sebagai informasi, banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera pada akhir November 2025 menelan korban jiwa cukup besar. BNPB mencatat total 1.006 korban meninggal, dengan rincian 415 di Aceh, 349 di Sumatera Utara, dan 242 di Sumatera Barat. (ivan)