SMA Awards 2025 Catat Lonjakan Peserta, 174 Ribu Siswa Berebut 30 Kategori

pendidikan | 24 Desember 2025 13:19

SMA Awards 2025 Catat Lonjakan Peserta, 174 Ribu Siswa Berebut 30 Kategori
Kepala Dinas Pendidikan Jatim Dr Aries Agung Paewai mengapresiasi adanya kategori khusus di SMA Awards. Salah satunya, school food care (SFC) dalam rangka mewujudkan sekolah yang peduli pada gizi. (dok jawapos)

SURABAYA, PustakaJC.co – Antusiasme siswa SMA di Jawa Timur terhadap ajang SMA Awards 2025 melonjak tajam. Total 174.858 peserta dari kelas X hingga XII, termasuk perwakilan cabang dinas pendidikan, tercatat mengikuti ajang tahunan bergengsi ini.

 

Ratusan ribu peserta tersebut bersaing dalam 25 kategori lomba utama serta lima kategori khusus yang tersebar di seluruh wilayah Jawa Timur. Pendaftaran dibuka sejak akhir Juli 2025 dan proses penilaian dilakukan oleh tim juri independen yang terdiri dari pakar dan dosen perguruan tinggi. Dilansir dari jawapos.com, Rabu, (24/12/2025).

 

Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan, SMA Awards bukan sekadar kompetisi, melainkan ruang strategis untuk menggali potensi dan kreativitas siswa.

 

“Ajang ini memberi ruang bagi siswa untuk mengekspresikan ide dan gagasan mereka, sekaligus menumbuhkan kepercayaan diri dan kreativitas,” ujar Aries.

 

 

 

Dari seluruh peserta, masing-masing kategori akan diseleksi menjadi lima finalis terbaik, sebelum akhirnya ditetapkan tiga pemenang utama. Prosesi penganugerahan dijadwalkan berlangsung 23 Oktober 2025, dengan penyerahan piala dan sertifikat oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa.

 

Aries menyebut, lonjakan peserta tahun ini meningkat drastis dibanding tahun lalu yang hanya mencapai 36.232 siswa, atau naik lebih dari 100 persen. Hal tersebut menjadi indikator kuat bahwa SMA Awards telah menjadi ruang aktualisasi diri generasi muda Jatim.

 

Sebagai inovasi, SMA Awards 2025 juga menghadirkan kategori khusus, di antaranya School Food Care (SFC), revitalisasi perpustakaan, dan toilet bersih. Program ini diarahkan untuk membangun budaya sekolah yang sehat, edukatif, serta ramah lingkungan.

 

 

 

Kepala Bidang SMA Dispendik Jatim Suhartatik  menjelaskan, kategori SFC dirancang untuk mendorong sekolah menjadi laboratorium pembelajaran terbuka sekaligus wisata edukasi yang mendukung tumbuh kembang siswa.

 

“Sekolah diharapkan mampu menjadi ruang belajar yang sehat, kreatif, dan produktif,” tandasnya. (ivan)