SURABAYA, PustakaJC.co - Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menggelar kegiatan muhasabah dan doa bersama sebagai penutup tahun 2025, Rabu, (31/12/2025). Kegiatan ini menjadi momentum refleksi diri sekaligus evaluasi kinerja bagi seluruh jajaran pegawai dalam menjalankan tugas pelayanan pendidikan sepanjang tahun.
Acara tersebut diikuti oleh pimpinan, staf, serta keluarga besar Dindik Jatim, dan menghadirkan KH. Imam Hambali sebagai penceramah. Suasana berlangsung khidmat sebagai ruang spiritual untuk menata kembali niat, tanggung jawab, dan komitmen pengabdian menjelang tahun 2026. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Jumat, (2/1/2026).
Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, menegaskan bahwa akhir tahun tidak sekadar menjadi penanda pergantian waktu, tetapi juga momentum untuk mengukur sejauh mana amanah dalam meningkatkan mutu pendidikan telah dijalankan.
“Di penghujung tahun 2025, banyak ikhtiar yang telah kita lakukan bersama. Memasuki 2026, mari kita perkuat komitmen untuk bekerja dengan hati yang ikhlas dan tulus agar pendidikan di Jawa Timur semakin berdampak,” ujar Aries.
Ia menambahkan, kekuatan sebuah institusi pendidikan tidak hanya ditentukan oleh struktur organisasi atau jabatan, melainkan oleh soliditas dan nilai kebersamaan yang dijaga oleh seluruh insan di dalamnya.
“Kita kuat bukan karena posisi, bukan karena jabatan. Kita kuat karena kebersamaan dan nilai yang kita rawat bersama,” tegasnya.
Sementara itu, dalam tausiah yang disampaikan, KH. Imam Hambali mengingatkan pentingnya prinsip hukum tabur tuai dalam kehidupan dan pengabdian, khususnya bagi aparatur sipil negara dan tenaga kependidikan.
Menurutnya, setiap perbuatan akan kembali kepada pelakunya, baik dalam bentuk kebaikan maupun sebaliknya. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta untuk senantiasa menanamkan niat baik dalam setiap pelayanan kepada masyarakat.
“Jika seseorang berbuat baik, maka kebaikan itu akan kembali kepada dirinya. Sebaliknya, jika berbuat zalim, kedzaliman itu pun akan kembali. Maka berbuatlah baik di mana pun, kapan pun, dan kepada siapa pun,” tutur KH. Imam Hambali.
Melalui kegiatan muhasabah dan doa bersama ini, Dinas Pendidikan Jawa Timur berharap dapat mengawali tahun 2026 dengan energi positif dan semangat baru. Fokus ke depan diarahkan pada penguatan kebijakan dan program pendidikan yang benar-benar memberikan dampak nyata bagi peserta didik, guru, serta masyarakat Jawa Timur secara luas. (ivan)