Penggunaan telepon genggam di kelas dinilai menjadi salah satu penyebab utama hilangnya fokus belajar. Karena itu, Sri Untari mengusulkan adanya pembatasan penggunaan ponsel selama proses belajar mengajar berlangsung.
“HP sebaiknya dititipkan di depan kelas. Diambil kembali saat jam istirahat,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur itu.
Sebagai langkah solusi, ia mendorong sekolah untuk melatih fokus siswa sejak dini, salah satunya dengan membiasakan siswa tenang sejenak sebelum pelajaran dimulai.
“Fokus bisa dilatih. Diam beberapa saat saja sudah mengajarkan konsentrasi,” katanya.
Sri Untari juga menilai sebagian siswa kurang termotivasi karena menganggap TKA tidak menentukan kelulusan seperti Ujian Nasional. Menurutnya, pola pikir tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama.
Ia menegaskan, rendahnya hasil TKA harus menjadi tanggung jawab kolektif pemerintah, sekolah, pendidik, dan orang tua demi perbaikan kualitas pendidikan di Jawa Timur.
“Kita harus telaah bersama kenapa generasi kita seperti ini. Itu yang paling penting,” pungkasnya. (ivan)