Nilai TKA Jatim Masih Rendah, DPRD Soroti Fokus Belajar Siswa dan Pola Mengajar Guru

pendidikan | 07 Januari 2026 05:37

Nilai TKA Jatim Masih Rendah, DPRD Soroti Fokus Belajar Siswa dan Pola Mengajar Guru
Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur Sri Untari Bisowarno saat ditemui di sela peresmian SLB-B Negeri Karya Mulia Surabaya. (dok jatimpos)

SURABAYA, PustakaJC.co - Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur, Sri Untari Bisowarno, mengungkap sejumlah faktor yang memengaruhi rendahnya hasil Tes Kemampuan Akademik (TKA) di Jawa Timur. Mulai dari lemahnya fokus belajar siswa hingga pola pendampingan guru di sekolah.

 

Hal itu disampaikan Sri Untari saat ditemui di sela peresmian SLB-B Negeri Karya Mulia Surabaya, Senin, (5/1/2026). Ia menyebut, penilaian tersebut didasarkan pada hasil pengamatan langsung saat melakukan sampling ke sejumlah daerah pemilihan. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (7/1/2026).

 

“Perkalian sederhana saja masih lama mikirnya. Ini menunjukkan numerasi dasar siswa masih lemah,” ujarnya.

 

 

 

Menurut Sri Untari, kemajuan teknologi seharusnya memudahkan proses belajar. Namun, ketersediaan sumber belajar seperti buku dan platform digital harus diimbangi dengan kesabaran serta ketelatenan pendidik dalam mengajarkan konsep dasar.

 

“Metode belajar sekarang banyak. Tapi peran guru tetap penting, terutama dalam membimbing dan mendampingi,” kata Sri Untari.

 

Selain itu, ia menyoroti rendahnya konsentrasi siswa di ruang kelas. Berdasarkan pengamatannya, fokus belajar siswa rata-rata hanya bertahan kurang dari 10 menit sebelum terdistraksi.

 

“Matematika dan IPA itu tidak bisa dihafal. Harus dipahami, dan itu butuh konsentrasi,” tegasnya.

 

 

Penggunaan telepon genggam di kelas dinilai menjadi salah satu penyebab utama hilangnya fokus belajar. Karena itu, Sri Untari mengusulkan adanya pembatasan penggunaan ponsel selama proses belajar mengajar berlangsung.

 

“HP sebaiknya dititipkan di depan kelas. Diambil kembali saat jam istirahat,” ujar Ketua Komisi E DPRD Jawa Timur itu.

 

 

Sebagai langkah solusi, ia mendorong sekolah untuk melatih fokus siswa sejak dini, salah satunya dengan membiasakan siswa tenang sejenak sebelum pelajaran dimulai.

 

“Fokus bisa dilatih. Diam beberapa saat saja sudah mengajarkan konsentrasi,” katanya.

 

Sri Untari juga menilai sebagian siswa kurang termotivasi karena menganggap TKA tidak menentukan kelulusan seperti Ujian Nasional. Menurutnya, pola pikir tersebut perlu menjadi bahan evaluasi bersama.

 

Ia menegaskan, rendahnya hasil TKA harus menjadi tanggung jawab kolektif pemerintah, sekolah, pendidik, dan orang tua demi perbaikan kualitas pendidikan di Jawa Timur.

 

“Kita harus telaah bersama kenapa generasi kita seperti ini. Itu yang paling penting,” pungkasnya. (ivan)