MADIUN, PustakaJC.co — Praktisi pendidikan sekaligus dosen FISIP Universitas Airlangga, Suko Widodo, menyoroti masih terbatasnya informasi di tingkat SMA/SMK terkait strategi masuk perguruan tinggi negeri (PTN). Kondisi ini dinilai berpotensi menghambat siswa dalam menentukan pilihan pendidikan tinggi yang sesuai kemampuan.
“Hasil pengamatan kami, banyak sekolah belum memiliki informasi memadai soal strategi masuk PTN. Padahal, memahami kondisi kampus itu penting untuk mengukur kemampuan diri,” ujar Suko dalam gelar wicara pendidikan di SMK Negeri 3 Kota Madiun, Rabu (8/4).
Menurutnya, perbedaan kewenangan antara pendidikan menengah di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah dan pendidikan tinggi di bawah Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi turut memperlebar kesenjangan informasi tersebut. Dilansir dari antaranews.com, Kamid, (9/4/2026).
Ia menegaskan perlunya “jembatan” antara sekolah dan kampus melalui sosialisasi intensif. Salah satunya lewat kolaborasi kegiatan seperti gelar wicara yang menghadirkan pihak perguruan tinggi secara langsung.
Dalam kegiatan itu, sekolah mendapat pemahaman bahwa UNAIR memiliki berbagai jalur seleksi mandiri, termasuk jalur Golden Ticket bagi siswa berprestasi, baik akademik maupun non-akademik.