Literasi Digital Berbasis Film, Cara Dindik Jatim Lawan Cyberbullying

pendidikan | 08 Januari 2026 06:08

 

Aries juga menambahkan, film Cyberbullying dapat menjadi bahan refleksi bagi guru agar lebih peka terhadap kondisi psikologis siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. Dengan kepekaan tersebut, potensi persoalan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

 

“Sering kali persoalan anak bermula dari ruang digital yang tidak terlihat. Guru perlu hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang memahami situasi sosial dan emosional murid,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas KBP3A Gresik dr. Titik Ernawati menegaskan bahwa cyberbullying merupakan bentuk kekerasan yang nyata dan berbahaya. 

 

“Perundungan digital sama berbahayanya dengan kekerasan fisik. Dampaknya bisa panjang dan mendalam, sehingga perlindungan anak harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di ruang digital,”ujarnya.

 

Sebagai bentuk komitmen penguatan pendidikan karakter, Dindik Jatim juga merencanakan pemberian tiket nonton gratis secara pribadi kepada siswa yang menjabat sebagai Ketua OSIS, Sekretaris OSIS, Ketua Pramuka, serta para pemimpin ekstrakurikuler di wilayah Gresik. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan empati dan kepekaan sosial para pemimpin muda.

 

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa literasi digital dapat dibangun melalui pendekatan kreatif dan kontekstual. (ivan)