Literasi Digital Berbasis Film, Cara Dindik Jatim Lawan Cyberbullying

pendidikan | 08 Januari 2026 06:08

Literasi Digital Berbasis Film, Cara Dindik Jatim Lawan Cyberbullying
Kepala Dindik Jawa Timur Aries Agung Paewai bersama Kepala Dinas KBP3A Gresik dr. Titik Ernawati, MKes serta Kacabdindik Gresik Eko Agus Suwandi mengajak insan pendidikan di wilayah Gresik mengikuti nonton bareng film Cyberbullying. (dok bhirawa)

GRESIK, PustakaJC.co - Layar bioskop kini dimanfaatkan sebagai ruang edukasi. Dinas Pendidikan (Dindik) Jawa Timur menggelar nonton bareng film Cyberbullying: Ketika Dunia Menjatuhkanmu, Bisakah Kamu Bangkit Kembali? sebagai upaya membangun empati dan memperkuat literasi digital di kalangan insan pendidikan.

 

Kegiatan yang berlangsung di CGV Icon Mall Gresik, Selasa, (7/1/2026) ini diikuti ratusan guru dan tenaga kependidikan wilayah Gresik. Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai, Kacabdindik Gresik Eko Agus Suwandi, serta Kepala Dinas KBP3A Gresik dr. Titik Ernawati, MKes. Dilansit fari bhirawaonline.co.id, Kamis, (8/1/2026).

 

Film garapan Rusmin Nuryadin yang berlatar Makassar tersebut mengangkat realitas perundungan digital yang semakin dekat dengan kehidupan peserta didik. Kisah Neira Kanjera, siswi berprestasi yang hidupnya berubah drastis akibat tudingan dan hujatan di media sosial, menjadi potret nyata dampak cyberbullying terhadap kesehatan mental anak.

 

 

 

Kepala Dindik Jatim Aries Agung Paewai mengatakan, kegiatan nonton bareng ini merupakan bagian dari penguatan literasi digital sekaligus sosialisasi Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) sebagaimana diamanatkan dalam Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017.

 

“Melalui medium film, kami ingin membangun empati dan kesadaran kolektif tentang bahaya cyberbullying, khususnya bagi remaja,” ujar Aries.

 

Menurutnya, pendidikan karakter tidak cukup hanya diajarkan melalui teori di ruang kelas. Pengalaman emosional dan reflektif justru lebih efektif menanamkan nilai kepada pendidik maupun peserta didik.

 

“Film ini adalah karya anak bangsa yang sangat relevan dengan dunia pendidikan hari ini. Ia menjadi pengingat bahwa guru memiliki peran strategis dalam membentuk karakter murid agar bijak, berempati, dan bertanggung jawab dalam menggunakan media digital,” tegas mantan Pj Wali Kota Batu itu.

 

 

 

Aries juga menambahkan, film Cyberbullying dapat menjadi bahan refleksi bagi guru agar lebih peka terhadap kondisi psikologis siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di ruang digital. Dengan kepekaan tersebut, potensi persoalan dapat dideteksi dan ditangani sejak dini.

 

“Sering kali persoalan anak bermula dari ruang digital yang tidak terlihat. Guru perlu hadir bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai pendamping yang memahami situasi sosial dan emosional murid,” tambahnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinas KBP3A Gresik dr. Titik Ernawati menegaskan bahwa cyberbullying merupakan bentuk kekerasan yang nyata dan berbahaya. 

 

“Perundungan digital sama berbahayanya dengan kekerasan fisik. Dampaknya bisa panjang dan mendalam, sehingga perlindungan anak harus dilakukan secara menyeluruh, termasuk di ruang digital,”ujarnya.

 

Sebagai bentuk komitmen penguatan pendidikan karakter, Dindik Jatim juga merencanakan pemberian tiket nonton gratis secara pribadi kepada siswa yang menjabat sebagai Ketua OSIS, Sekretaris OSIS, Ketua Pramuka, serta para pemimpin ekstrakurikuler di wilayah Gresik. Langkah ini diharapkan mampu menumbuhkan empati dan kepekaan sosial para pemimpin muda.

 

Melalui kegiatan ini, Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur menegaskan bahwa literasi digital dapat dibangun melalui pendekatan kreatif dan kontekstual. (ivan)