RS Universitas Brawijaya Resmikan Infectious Disease Center, Perkuat Kesiapsiagaan Wabah di Jatim

pendidikan | 11 Januari 2026 08:50

 

Menurutnya, IDC tidak hanya berfungsi sebagai fasilitas pendukung rumah sakit, tetapi juga diharapkan menjadi pusat pengembangan riset terkait penyakit infeksi. Fokus utama layanan diarahkan pada penanganan penyakit menular melalui udara (airborne disease), tanpa mengesampingkan jenis penyakit infeksi lainnya.

 

“Untuk IGD kami siapkan seperti rumah sakit pada umumnya. Namun di Infectious Disease Center ini, pelayanan lebih difokuskan pada penyakit menular, termasuk antisipasi terhadap potensi munculnya penyakit-penyakit infeksi baru,” jelasnya.

 

Viera menambahkan, pusat layanan penyakit infeksi sebelumnya telah ada di tingkat nasional, seperti RSPI Prof. Dr. Sulianti Saroso, serta di tingkat provinsi melalui RSUD Dr. Saiful Anwar. Namun, RSUB berupaya menghadirkan layanan dengan level pengelolaan penyakit infeksi yang lebih komprehensif.

 

“Yang kami dorong bukan hanya satu fasilitas rujukan, tetapi pengelolaan layanan infeksi di level berikutnya, yang terintegrasi dengan pelayanan, riset, dan kesiapsiagaan wabah,” tambahnya.