Kebutuhan Mendesak Guru Tahfiz Perempuan, Menag Sebut Ini Peluang Emas Hafizah

pendidikan | 11 Januari 2026 09:43

Kebutuhan Mendesak Guru Tahfiz Perempuan, Menag Sebut Ini Peluang Emas Hafizah
Menag memberikan tausiyah kepada para hafizah JHQ Kabupaten Kendal. (dok kemenag)

KENDAL, PustakaJC.co - Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar menegaskan adanya kebutuhan mendesak guru tahfiz Al-Qur’an perempuan di pesantren-pesantren seluruh Indonesia. Kondisi ini dinilai sebagai peluang emas bagi para hafizah untuk berkiprah lebih luas dalam penguatan pendidikan Al-Qur’an, khususnya bagi santriwati.

 

Hal tersebut disampaikan Menag saat menghadiri peringatan Hari Lahir ke-15 Jam’iyyah Hafidzotil Qur’an (JHQ) di Kabupaten Kendal, Jawa Tengah, Sabtu, (10/1/2026). Pada kesempatan itu, sekaligus dikukuhkan Pengurus JHQ Kabupaten Kendal, dengan kehadiran ribuan perempuan penghafal Al-Qur’an dari berbagai daerah. Dilansir dari kemenag.go.id, Minggu, (11/1/2026).

 

Menurut Menag, keberadaan lembaga tahfiz putri memiliki peran strategis dalam membentuk generasi Qur’ani yang berakhlak dan berwawasan luas. Namun, hingga kini masih banyak pesantren yang kekurangan tenaga pendidik tahfiz perempuan yang kompeten.

 

“Kita melihat adanya kebutuhan yang sangat mendesak akan kehadiran guru-guru tahfiz perempuan di berbagai daerah. Ini adalah peran strategis yang dapat diisi oleh para hafizah untuk memperkuat pendidikan Al-Qur’an di Indonesia,” ujar Menag.