Ia menambahkan, mahasiswa diminta merancang prototipe sistem digital yang mampu mencatat alur produksi secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga barang siap dikirim.
“Digitalisas bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar UMKM meminimalkan kesalahan pencatatan, kehilangan barang, dan inefisiensi biaya,” pungkasnya. (ivan)