Kolaborasi UK Petra–SUTD Dorong Digitalisasi Koperasi SMB Surabaya

pendidikan | 12 Januari 2026 05:49

Kolaborasi UK Petra–SUTD Dorong Digitalisasi Koperasi SMB Surabaya
Suasana observasi lapangan dari 60 mahasiswa UK Petra Surabaya dan SUTD Singapore di Koperasi Sumber Mulia Barokah, Surabaya. (dok bhirawa)

SURABAYA, PustakaJC.co – Puluhan mahasiswa Universitas Kristen Petra (UK Petra) Surabaya berkolaborasi dengan Singapore University of Technology and Design (SUTD) Singapura merancang solusi digital untuk memperkuat operasional Koperasi Sumber Mulia Barokah (SMB) di Tambak Wedi, Surabaya.

 

Kolaborasi yang melibatkan 60 mahasiswa tersebut mendapat dukungan Pemerintah Kota Surabaya melalui Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah serta Perdagangan (Dinkopumdag), dengan fokus pada penguatan sistem manajemen koperasi berbasis digital, Sabtu, (10/1/2026).

 

Wakil Dekan II School of Business and Management UK Petra, Vido Iskandar, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari program Global Exploration Opportunities (GEO) yang menggabungkan pembelajaran akademik dan solusi atas persoalan sosial. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (12/1/2026).

 

“Sebanyak 20 mahasiswa SUTD dan 40 mahasiswa UK Petra belajar memahami perbedaan budaya urban Singapura dengan sistem ekonomi kerakyatan di Indonesia, khususnya koperasi,” ujar Vido.

 

 

 

Menurut Vido, program ini tidak sekadar kunjungan budaya, tetapi menerapkan metode hackathon. Mahasiswa ditantang menciptakan solusi berbasis machine learning dan data visualization untuk mendukung kemajuan koperasi dalam waktu singkat.

 

“Mahasiswa tidak hanya belajar teori, tetapi juga melakukan observasi lapangan dan berinteraksi langsung dengan pekerja disabilitas serta lansia, sehingga teknologi yang dirancang memberi dampak nyata bagi pengentasan kemiskinan,” jelasnya.

 

Sementara itu, Kepala Dinkopumdag Kota Surabaya, Mia Santi Dewi, menilai Koperasi SMB sebagai contoh UMKM padat karya yang berkembang pesat namun membutuhkan sistem pengelolaan yang lebih modern.

 

“Produksi dan pesanan terus meningkat. Tantangannya ada pada pengelolaan stok, tenaga kerja, dan proses produksi agar lebih tertata dan terukur. Di sinilah digitalisasi dibutuhkan,” kata Mia.

 

 

 

Ia menambahkan, mahasiswa diminta merancang prototipe sistem digital yang mampu mencatat alur produksi secara menyeluruh, mulai dari bahan baku hingga barang siap dikirim.

 

“Digitalisas  bukan sekadar tren, tetapi kebutuhan agar UMKM meminimalkan kesalahan pencatatan, kehilangan barang, dan inefisiensi biaya,” pungkasnya. (ivan)