SURABAYA, PustakaJC.co - Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya komitmen moral dalam pengasuhan peserta didik Sekolah Rakyat. Hal itu disampaikannya saat Bimbingan Teknis Kepala Sekolah dan Tenaga Kependidikan Sekolah Rakyat se-Jawa Timur di BPSDM Provinsi Jawa Timur, Surabaya, Jumat, (16/1/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Gus Ipul mengajak para wali asrama dan wali asuh untuk mengucapkan ikrar bersama sebagai simbol kesungguhan dalam membimbing siswa Sekolah Rakyat dengan sepenuh hati. Sebanyak 26 kepala sekolah, 91 wali asrama, dan 86 wali asuh dari berbagai daerah di Jawa Timur mengikuti bimtek ini. Dilansir dari jatimpos.co, Sabtu, (17/1/2026).
“Sekolah Rakyat bukan sekolah biasa. Ini adalah instrumen negara untuk memutus mata rantai kemiskinan melalui pendidikan yang terintegrasi dengan perlindungan dan pemberdayaan sosial,” tegas Gus Ipul.
Ia menambahkan, anak-anak Sekolah Rakyat merupakan kelompok rentan yang kerap luput dari perhatian. Karena itu, pengasuhan berbasis empati dan harapan menjadi kunci utama keberhasilan program tersebut.
Senada, Ketua Tim Formatur Sekolah Rakyat Muhammad Nuh menekankan bahwa kesetiaan para pendidik dan pengasuh menjadi faktor termahal sekaligus penentu keberhasilan Sekolah Rakyat.
“Kesetiaan yang melampaui tugas formal adalah fondasi utama dalam mengasuh anak-anak Sekolah Rakyat,” ujar Prof. Nuh.
Acara semakin semarak dengan penampilan siswa Sekolah Rakyat se-Jawa Timur yang menampilkan lagu, puisi, serta pidato dalam berbagai bahasa. Penampilan tersebut disaksikan langsung oleh Gus Ipul, Prof. Muhammad Nuh, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, dan Menteri PPPA Arifatul Choiri Fauzi.
Gubernur Khofifah menyampaikan apresiasi atas keberanian dan capaian para siswa, sekaligus menegaskan komitmen Pemprov Jatim dalam menyukseskan program Sekolah Rakyat. Hingga kini, Jawa Timur tercatat sebagai provinsi dengan Sekolah Rakyat terbanyak di Indonesia, yakni 26 dari total 166 sekolah rintisan nasional. (ivan)