PROBOLINGGO, PustakaJC.co – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) RI Abdul Mu’ti meresmikan pemanfaatan hasil revitalisasi 27 satuan pendidikan di Kabupaten Probolinggo, Sabtu, (17/1/2026). Peresmian dipusatkan di Aula SMKN 1 Banyuanyar.
Puluhan sekolah tersebut merupakan bagian dari program revitalisasi pendidikan tahun 2025 yang menyasar total 31 satuan pendidikan. Dari jumlah itu, 27 sekolah telah menyelesaikan pekerjaan fisik, sementara empat lainnya ditargetkan rampung akhir Januari 2026. Sekolah penerima program tersebar dari jenjang PAUD hingga SLB. Dilansir dari bhirawaonline.co.id, Senin, (19/1/2026).
Abdul Mu’ti menegaskan, perbaikan sarana dan prasarana sekolah menjadi faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan nasional. Menurutnya, lingkungan belajar yang aman dan nyaman berpengaruh langsung terhadap kualitas proses pembelajaran.
“Sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang tumbuh bagi anak-anak. Fasilitasnya harus aman, nyaman, dan mendukung kegiatan belajar mengajar,” ujar Abdul Mu’ti.
Ia memastikan program revitalisasi sekolah akan berlanjut pada 2026 dengan cakupan lebih luas, termasuk penyesuaian anggaran bagi satuan pendidikan yang memenuhi kriteria. Ia juga mengingatkan pentingnya perawatan fasilitas agar manfaatnya berkelanjutan.
Sementara itu, Kepala Disdikdaya Kabupaten Probolinggo Hary Tjahjono menyebut program revitalisasi sangat membantu daerah dalam memperbaiki kondisi sekolah yang membutuhkan perhatian serius.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Perbaikan fisik sekolah menjadi langkah awal agar proses pembelajaran berjalan optimal,” katanya.
Untuk tahun 2026, Pemkab Probolinggo mengusulkan revitalisasi terhadap 225 satuan pendidikan, terdiri dari 61 PAUD, 123 SD, dan 41 SMP. Usulan tersebut diajukan guna pemerataan layanan pendidikan di seluruh wilayah.
Hary juga melaporkan ambruknya satu ruang kelas SDN Sumberkare 1 Kecamatan Wonomerto akibat hujan deras, Jumat (16/1). Tidak ada korban karena kejadian berlangsung di luar jam belajar. Sekolah tersebut telah masuk daftar revitalisasi 2026 dan diharapkan mendapat prioritas penanganan.
Pemkab Probolinggo menegaskan komitmennya mendukung kebijakan pemerintah pusat di bidang pendidikan demi peningkatan kualitas sumber daya manusia ke depan. (ivan)