SURABAYA, PustakaJC.co - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima kunjungan kehormatan akademik dari Universiti Malaya, Selasa, (27/1/2026) sore, di Gedung Negara Grahadi, Surabaya. Kunjungan ini merupakan bagian dari Program Outbound Malang Intellectual Journey yang diikuti mahasiswa Akademi Pengajian Islam Universiti Malaya.
Sebanyak 35 mahasiswa yang tergabung dalam Lajnah Akidah dan Pemikiran Islam serta Lajnah Sejarah dan Tamadun Islam hadir dalam agenda tersebut sebagai upaya memperkuat wawasan keilmuan dan pemahaman kebudayaan Islam lintas negara. Dilansir dari jatimpos.co, Rabu, (28/1/2026).
Dalam sambutannya, Khofifah memaparkan kuatnya tradisi keagamaan di Jawa Timur yang tumbuh melalui majelis ilmu, selawat, serta warisan dakwah para wali. Menurutnya, nilai-nilai sosial dan kemanusiaan yang diwariskan Wali Songo menjadi fondasi penting bagi tumbuhnya moderasi dan toleransi kehidupan beragama di Jawa Timur.
“Majelis ilmu dan sholawat di Jawa Timur ada di mana-mana. Insyaallah, inilah yang menghadirkan cahaya dan keberkahan dari Allah Subhanahu Wa Ta’ala di Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Khofifah juga mengenalkan jejak Wali Songo di Jawa Timur, di antaranya Sunan Ampel, Sunan Giri, dan Sunan Drajat. Ia menekankan pesan sosial Sunan Drajat tentang kepedulian kepada sesama sebagai nilai universal yang relevan untuk memperkuat ukhuwah Islamiyah serta solidaritas sosial lintas bangsa.
“Mudah-mudahan silaturahim ini dapat terus kita lanjutkan dalam berbagai format kerja sama, baik di bidang dakwah, pendidikan, ekonomi, maupun budaya,” tambahnya.
Sementara itu, pensyarah Jabatan Usuluddin dan Dakwah Universiti Malaya, Dr. Muhammad Hazim bin Mohd Azhar, menjelaskan bahwa kunjungan akademik tersebut bertujuan memperluas implementasi keilmuan Islam agar tetap relevan dengan tantangan zaman melalui diskusi ilmiah dan forum akademik lintas universitas.
“Ilmu akidah harus hidup dan mampu menjawab isu-isu sosial kontemporer,” kata Muhammad Hazim.
Ia menyebutkan, rangkaian kegiatan berlangsung selama empat hari dengan agenda kunjungan ke sejumlah perguruan tinggi di Jawa Timur. Dalam pertemuan tersebut, Gubernur Khofifah juga mendorong keberlanjutan kerja sama akademik antara Universiti Malaya dan institusi pendidikan di Jawa Timur, termasuk rencana pertukaran mahasiswa (outbound–inbound) serta penguatan kolaborasi intelektual di bidang pendidikan, dakwah, budaya, dan ekonomi.
“Mudah-mudahan para mahasiswa Universiti Malaya dapat mengambil manfaat dari pertemuan ini, termasuk dari keramahan dan keterbukaan Gubernur Jawa Timur dalam menerima kami sebagai tetamu di Jawa Timur,” pungkasnya. (ivan)