Asrama putra, lanjut Khofifah, menjadi ruang pembinaan nilai disiplin, tanggung jawab, kemandirian, dan kebersamaan. Sementara kolam renang dan jogging track menjadi sarana penunjang kebugaran jasmani, yang berdampak pada kesehatan fisik dan mental taruna-taruni.
Gubernur Khofifah juga berpesan kepada para wali asrama dan wali asuh agar menerapkan pola pengasuhan yang sesuai dengan tahapan tumbuh kembang peserta didik, sekaligus peka terhadap dinamika sosial yang berkembang.
“Pengasuhan harus disesuaikan dengan fase tumbuh kembang anak, agar mereka berkembang secara sehat dan seimbang,” pesannya.
Ia berharap, SMAN 2 Taruna Pamong Praja mampu melahirkan generasi muda yang menjadi juru bicara kebhinekaan, kenusantaraan, serta persatuan dan kesatuan bangsa.
“Ini satu-satunya SMA Taruna Pamong Praja di Indonesia yang didirikan Pemprov Jatim melalui Dinas Pendidikan bekerja sama dengan IPDN. Harapannya lahir generasi pemersatu bangsa dari sini,” tuturnya.