Gus Ipul Dorong Sekolah Rakyat Rintisan Dibuka di Sidoarjo Tahun Ini

pendidikan | 07 Februari 2026 05:40

Gus Ipul Dorong Sekolah Rakyat Rintisan Dibuka di Sidoarjo Tahun Ini
Menteri Sosial (Menaos) Saifullah Yusuf atau Gus Ipul. (dok antara)

 

SIDOARJO, PustakaJC.co – Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mendorong Pemerintah Kabupaten Sidoarjo untuk segera merealisasikan pembukaan Sekolah Rakyat (SR), minimal dalam bentuk Sekolah Rakyat Rintisan pada 2026.

 

Hal tersebut disampaikan Gus Ipul usai menghadiri sosialisasi pembaruan Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) di Sidoarjo, Jawa Timur, Jumat, (6/2/2026). Menurutnya, Sidoarjo memiliki posisi strategis sebagai daerah penyangga Ibu Kota Provinsi Jawa Timur, Surabaya, sehingga berperan penting dalam menjamin akses pendidikan bagi warga miskin ekstrem. Dilansir dari antaranews.com, Sabtu, (7/2/2026).

 

“Minimal tahun ini di Sidoarjo sudah mulai terlaksana Sekolah Rakyat Rintisan,” kata Gus Ipul.

 

 

 

Ia menjelaskan, Sekolah Rakyat ditujukan bagi anak-anak dari keluarga yang masuk dalam desil 1 dan desil 2 DTSEN agar memperoleh layanan pendidikan yang layak dan berkelanjutan. Untuk tahap awal, pendirian Sekolah Rakyat Rintisan dapat dilakukan dengan memanfaatkan gedung aset milik pemerintah daerah setempat sebagai sarana kegiatan belajar mengajar.

 

Gus Ipul juga mengungkapkan bahwa pemerintah pusat tengah membangun 100 Sekolah Rakyat permanen di berbagai wilayah Indonesia pada 2026. Jumlah tersebut direncanakan bertambah 100 sekolah lagi pada 2027.

 

“Ke depan, saya berharap pembangunan Sekolah Rakyat permanen di Sidoarjo bisa masuk dalam kuota pembangunan tahun 2027,” ujarnya.

 

 

 

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menyatakan bahwa Pemerintah Kabupaten Sidoarjo telah menyiapkan lahan seluas 9,5 hektare yang berlokasi di Desa Buncitan, Kecamatan Sedati, sebagai calon lokasi pembangunan Sekolah Rakyat permanen.

 

Ia berharap pembangunan Sekolah Rakyat di Sidoarjo dapat direalisasikan sesuai arahan Kementerian Sosial, guna mengakomodasi kebutuhan pendidikan anak-anak dari keluarga yang masuk dalam kelompok desil terbawah DTSEN. (ivan)