SURABAYA, PustakaJC.co – Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur resmi meluncurkan inovasi digital Integrated Management Administration System (IMAS) serta Buku Saku Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) sebagai upaya memperkuat tata kelola pendidikan berbasis digital. Peluncuran dilakukan langsung oleh Kepala Dindik Jatim, Aries Agung Paewai, Jumat, (13/2/2026).
Aries menegaskan, tahun 2025 telah ditetapkan sebagai tahun inovasi di lingkungan Dindik Jatim. Seluruh jajaran, mulai dari internal dinas hingga satuan pendidikan, didorong menghadirkan inovasi yang berdampak nyata bagi peningkatan mutu layanan pendidikan. Dilansir dari bhirawaonline.coic, Sabtu, (14/2/2026).
“Guru tugas utamanya adalah mengajar dan mendidik. Urusan administrasi harus ditangani oleh sistem dan institusi yang menaungi,” tegas Aries.
IMAS dikembangkan oleh Bidang Pembinaan GTK sebagai solusi atas kompleksitas administrasi pendidikan di era transformasi digital. Aplikasi ini mengintegrasikan berbagai layanan administrasi guru dan tenaga kependidikan dalam satu platform terpadu, mudah diakses, dan berbasis data.
Melalui IMAS, proses seperti perhitungan jam pelajaran, satuan kredit semester (SKS), hingga angka kredit fungsional dilakukan secara otomatis tanpa pengumpulan berkas manual. Sistem ini juga menyediakan kanal layanan pengaduan GTK agar keluhan terkait proses pembelajaran maupun kenaikan pangkat dapat ditangani lebih cepat.
“Keluhan guru sering kali tidak tahu harus disampaikan ke mana. Sekarang sudah ada satu pintu layanan GTK yang bisa merespons secara cepat dan tepat,” ujarnya.
IMAS memiliki sejumlah fitur utama, di antaranya GTK MAP, Event Administration, PNPNSD & GTT, Virtual Services, Gempita Awards, KS & PS Innovation, serta EJIES. Kehadirannya diharapkan mampu menyederhanakan birokrasi dan menciptakan lingkungan kerja yang lebih nyaman bagi guru.
Sementara itu, Kepala Bidang GTK Dindik Jatim, Ety Prawesti, menyebut IMAS sebagai representasi transformasi digital administrasi pendidikan yang adaptif, efisien, dan akuntabel.
“Inovasi IMAS memperkuat tata kelola pendidikan serta meningkatkan kualitas layanan terhadap GTK di Jawa Timur,” katanya.
Selain IMAS, Dindik Jatim juga meluncurkan Buku Saku GTK yang disusun untuk meningkatkan pemahaman guru dan tenaga kependidikan terhadap regulasi, kebijakan, serta tugas dan tanggung jawab profesi. Buku saku tersebut memuat berbagai aturan mulai dari undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, hingga peraturan gubernur.
“Di dalam Buku Saku GTK terdapat SOP terkait tugas guru, administrasi kenaikan pangkat, hingga pembiasaan karakter siswa. Disusun ringkas agar mudah dipahami,” jelas Ety.
Sedikitnya terdapat 15 SOP yang menjadi panduan bagi GTK dan pejabat struktural di lingkungan Dindik Jatim. Dengan peluncuran IMAS dan Buku Saku GTK, diharapkan ekosistem inovasi pendidikan di Jawa Timur semakin kuat dan mampu menghadirkan layanan pendidikan yang lebih berkualitas bagi masyarakat. (ivan)