Khofifah canangkan sekolah bebas sampah plastik di Jawa Timur

pendidikan | 15 Februari 2026 17:11

Khofifah canangkan sekolah bebas sampah plastik di Jawa Timur
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah se-Jatim. (dok antara)

 

 

SURABAYA, PustakaJC.co – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencanangkan gerakan bebas sampah plastik di lingkungan sekolah se-Jawa Timur sebagai upaya membangun kesadaran kolektif menjaga kelestarian lingkungan dan mendukung terwujudnya Indonesia Aman, Sehat, Resik, dan Indah (ASRI), Minggu, (15/2/2026).

 

Khofifah menegaskan gerakan tersebut bukan sekadar aksi simbolis, melainkan langkah strategis untuk membentuk karakter generasi muda yang peduli terhadap lingkungan.

 

“Langkah ini bukan gerakan sederhana. Kami sangat yakin melalui langkah kecil ini akan membawa dampak besar bagi kelestarian bumi dan masa depan generasi mendatang,” ujarnya di Surabaya.

 

 

 

Menurut Khofifah, pencanangan ini merupakan tindak lanjut instruksi Presiden Prabowo Subianto dalam mewujudkan Indonesia ASRI melalui pengurangan sampah plastik, khususnya di sektor pendidikan.

 

Sebagai simbol komitmen, Khofifah bersama para pemangku kepentingan pendidikan mengangkat tumbler secara bersama-sama. Aksi tersebut sekaligus menjadi ajakan nyata untuk mengurangi penggunaan plastik sekali pakai di lingkungan sekolah.

 

“Tumbler ini menjadi simbol komitmen bersama dalam mengurangi sampah plastik sekali pakai serta menumbuhkan budaya hidup bersih dan berkelanjutan di lingkungan pendidikan,” katanya.

 

 

 

Ia menambahkan, pembagian tumbler kepada peserta dan pengunjung diharapkan mampu mendorong kebiasaan menggunakan wadah minum guna ulang dalam aktivitas sehari-hari.

 

Selain di sekolah, gerakan bebas sampah plastik juga diterapkan di lingkungan Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebagai bagian dari komitmen menjaga kebersihan dan keberlanjutan lingkungan.

 

“Sekolah harus menjadi pelopor pembentukan karakter generasi peduli lingkungan. Dari sekolah kita wujudkan lingkungan yang aman, sehat, resik, dan indah sebagai kontribusi nyata bagi Indonesia,”ucapnya.

 

 

 

Khofifah berharap sektor pendidikan dapat menjadi motor perubahan menuju lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan melalui kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten.

 

“Semangat kebersihan tanpa plastik tidak hanya dimulai dari kebijakan, tetapi dari kebiasaan kecil yang dilakukan bersama,” tuturnya. (ivan)