Dari total 39 pendaftar, sebanyak 15 kandidat dinyatakan lolos hingga tahap penelusuran akhir yang digelar pada 18 Februari 2026. Seleksi ini juga untuk mengisi dua posisi kepala sekolah yang masih dijabat pelaksana tugas, yakni di SMAN 5 Taruna Brawijaya dan SMAN 2 Taruna Bhayangkara, serta mengantisipasi kebutuhan kepala sekolah yang akan pensiun pada 2027.
Seleksi dilakukan melalui tiga tahapan utama. Pertama, seleksi administrasi yang mencakup verifikasi dokumen, rekam jejak, dan persyaratan formal. Kedua, uji kompetensi berupa presentasi gagasan, wawancara, dan studi kasus kepemimpinan pendidikan yang melibatkan dewan pendidikan, akademisi, serta unsur TNI dan Polri.
Tahap selanjutnya adalah job shadowing atau observasi lapangan di SMAN Taruna Nala Jawa Timur. Pada tahap ini, kandidat dinilai berdasarkan kemampuan beradaptasi dengan kultur berasrama, kemampuan mengambil keputusan, berpikir kritis, serta menyusun proyek transformasi kepemimpinan.
“Observasi lapangan ini penting untuk melihat kecocokan kandidat dengan kultur ketarunaan dan tantangan operasional sekolah Taruna,” kata Aries.