Selain pembangunan fisik sekolah, wilayah Lamongan dan Gresik juga menjalankan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).
Program ini telah diterapkan di 75 sekolah, terdiri dari 60 sekolah di Gresik dan 15 sekolah di Lamongan.
Melalui program tersebut, sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar akademik, tetapi juga ruang pembelajaran kemandirian dan ketahanan pangan bagi siswa.
Berbagai kegiatan yang dikembangkan antara lain budidaya sayuran seperti cabai, tomat, terong, mentimun, dan kangkung, serta tanaman buah seperti jambu, pepaya, dan pisang. Selain itu juga dikembangkan peternakan dan perikanan.