JAKARTA, PustakaJC.co – Program Beasiswa Ta’lim ‘Atiq Maroko yang digelar Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) melalui Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) resmi mengumumkan hasil seleksi wawancara tahap pertama. Sebanyak 40 peserta dinyatakan lolos dan berhak melanjutkan ke tahap berikutnya.
Seleksi ini diikuti 101 peserta yang sebelumnya lolos administrasi dari total pendaftar yang berasal dari 325 pesantren di seluruh Indonesia. Hasil tersebut tertuang dalam Surat Keputusan RMI PBNU Nomor: 139/PB.04/A.II.01.70/9/03/2026. Dilansir dari nu.or.id, Kamis, (19/3/2026).
Ketua RMI PBNU, Hodri Ariev, menegaskan bahwa proses seleksi dilakukan secara objektif dan transparan. Ia juga menyebut arahan dari Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, agar penerimaan beasiswa murni berdasarkan kemampuan santri.
“Seleksi kita lakukan secara objektif dan transparan, serta mengedepankan kemampuan peserta,”ujarnya.
Sementara itu, Sekretaris RMI PBNU, Ulun Nuha, menjelaskan bahwa program ini memang dikhususkan bagi santri dari pesantren Nahdlatul Ulama, sehingga seleksi administrasi mengacu pada latar belakang tersebut.
Dari hasil seleksi, selain 40 peserta utama, panitia juga menetapkan 10 peserta sebagai cadangan. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti tahap pemberkasan dan program inkubasi.
Program inkubasi dijadwalkan berlangsung pada Juni 2026 sebagai persiapan menghadapi ujian muqabalah yang akan diselenggarakan oleh pihak Kementerian Wakaf Maroko. Selama proses ini, seluruh biaya pembinaan ditanggung oleh PBNU.
Panitia berharap program ini mampu meningkatkan kesiapan akademik, kemampuan bahasa, serta mental para peserta sebelum menghadapi seleksi akhir di Maroko.
Bagi peserta, hasil lengkap dan daftar nama yang lolos dapat diakses melalui laman resmi NU Online. (ivan)