SURABAYA, PustakaJC.co - Di tengah tradisi silaturahmi Lebaran yang identik dengan keluarga, ada satu nilai pendidikan yang kerap terabaikan: mengunjungi guru. Padahal, dalam tradisi Islam, hubungan murid dan guru bukan sekadar formalitas, melainkan fondasi penting dalam membangun keberkahan ilmu.
Hari Raya Idul Fitri menjadi momentum mempererat hubungan sosial. Namun, realitas di lapangan menunjukkan bahwa silaturahmi sering kali hanya berfokus pada keluarga dan kerabat dekat. Sementara itu, peran guru—yang berjasa membentuk karakter dan keilmuan—justru kerap terlupakan. Dilansir dari nu.or.id, Rabu, (25/3/2026).
Dalam perspektif pendidikan Islam, guru memiliki posisi yang sangat mulia. Mereka tidak hanya mentransfer ilmu pengetahuan, tetapi juga menanamkan nilai-nilai moral dan membentuk kepribadian peserta didik. Bahkan, Nabi Muhammad SAW menegaskan pentingnya menjaga silaturahmi sebagai jalan dilapangkannya rezeki dan dipanjangkannya umur.