SURABAYA, PustakaJC.co – Persaingan masuk perguruan tinggi negeri melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2026 dipastikan semakin ketat. Dua kampus unggulan di Kota Pahlawan, Universitas Airlangga (Unair) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS), memaparkan peta keketatan program studi yang menunjukkan jurusan favorit masih menjadi yang paling sulit ditembus.
Ketua Pusat Penerimaan Mahasiswa Baru (PPMB) Unair, Solihin, mengungkapkan bahwa tingginya minat calon mahasiswa terhadap sejumlah program studi membuat persaingan semakin kompetitif. Program studi seperti Kedokteran, Psikologi, Ilmu Komunikasi, hingga Akuntansi tetap menjadi primadona dengan tingkat keketatan tinggi setiap tahunnya.
“Jumlah peminat yang besar tidak sebanding dengan daya tampung yang tersedia. Hal ini membuat persaingan di prodi-prodi favorit menjadi sangat ketat,” ujarnya. Demikian dikutip dari jatim. Tribunnews.com, minggu, (12/4/2026).
Meski demikian, peluang untuk lolos SNBT tetap terbuka melalui sejumlah program studi dengan tingkat persaingan yang lebih longgar. Pada rumpun saintek, beberapa prodi alternatif seperti Akuakultur, Fisika, Teknologi Hasil Perikanan, dan Matematika menunjukkan tingkat keketatan yang relatif lebih rendah.
Sementara pada rumpun soshum, pilihan lain seperti Ilmu Sejarah, Bahasa dan Sastra Indonesia, Ekonomi Islam, hingga Bahasa dan Sastra Jepang dapat menjadi opsi strategis bagi calon mahasiswa.
“Memilih prodi dengan keketatan lebih longgar bisa menjadi strategi untuk meningkatkan peluang lolos, namun tetap harus disesuaikan dengan minat dan kemampuan,” tambah Solihin.
Dari sisi ITS, Kepala Subdirektorat Admisi dan Promosi, Nani Kurniati, menegaskan bahwa tingginya minat terhadap kampus teknologi tersebut turut memengaruhi ketatnya persaingan SNBT. ITS sendiri membuka 46 program studi dari delapan fakultas dan mengalami peningkatan daya tampung mahasiswa baru menjadi 7.035 kursi pada 2026.
Namun, peningkatan kuota tersebut belum mampu mengimbangi lonjakan jumlah peminat. Sejumlah program studi di bidang teknologi seperti Teknik Informatika, Sistem Informasi, Teknik Elektro, dan Teknik Industri masih menjadi yang paling diminati.
“Dengan tingginya minat, hampir seluruh program studi di ITS tetap memiliki tingkat persaingan yang ketat,” jelasnya.
Selain itu, ITS juga memastikan kesiapan sebagai lokasi pelaksanaan Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK). Kapasitas laboratorium komputer telah ditingkatkan menjadi 49 ruang, yang mampu menampung hingga 1.047 peserta dalam satu sesi.
Direktur Pengembangan Teknologi dan Sistem Informasi ITS, Bagus Jati Santoso, menyebutkan bahwa pelaksanaan UTBK akan berlangsung dalam 13 sesi selama tujuh hari dengan total kapasitas mencapai 13.611 peserta.
Ia menambahkan, ITS juga telah menyiapkan infrastruktur pendukung seperti tiga server utama berstandar nasional serta skenario mitigasi guna memastikan pelaksanaan ujian berjalan lancar.
Dengan tingginya minat di kedua kampus tersebut, SNBT 2026 diprediksi tetap menjadi ajang seleksi yang sangat kompetitif. Calon mahasiswa pun dituntut lebih cermat dalam menentukan strategi, tidak hanya berfokus pada prodi favorit, tetapi juga mempertimbangkan peluang berdasarkan tingkat keketatan yang ada. (frcn)