Lebih dari sekadar pendidikan, Sekolah Rakyat disebut sebagai strategi terpadu pengentasan kemiskinan. Program ini tidak hanya menyasar anak, tetapi juga mendorong pemberdayaan keluarga, mulai dari perbaikan rumah, akses koperasi desa, hingga jaminan kesehatan melalui skema PBI JKN.
“Targetnya, anak lulus, orang tua naik kelas dan mandiri, tidak lagi bergantung pada bansos,” kata Gus Ipul.
Ia juga menegaskan, lulusan Sekolah Rakyat harus melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja.
“Tidak boleh menganggur. Kalau menganggur, berarti gagal,” ujarnya.