Saat ini, pembangunan Sekolah Rakyat permanen telah berjalan di lebih dari 100 titik di Indonesia, dengan sasaran sekitar 4 juta anak yang belum sekolah atau putus sekolah.
Dalam pelaksanaannya, seleksi siswa tidak menggunakan tes akademik, melainkan tes kesehatan dan pemetaan bakat. Fasilitas yang disiapkan meliputi asrama, makan bergizi gratis, perlengkapan sekolah, hingga dukungan pembelajaran digital dengan laptop dan smartboard.
Bupati Pesawaran, Nanda Indira Bastian, menyatakan kesiapan daerahnya untuk menjadi lokasi program.
“Lahan sudah siap, proposal juga sudah kami kirim,” ujarnya.