Dalam workshop ini, peserta tidak hanya dibekali teori, tetapi juga praktik menyusun strategi pembelajaran adaptif sesuai kebutuhan masing-masing anak. Tujuannya, agar seluruh pendidik memiliki persepsi yang sama tentang pentingnya pendidikan inklusif sejak usia dini.
Isye juga menyoroti bahwa banyak ABK justru memiliki potensi luar biasa jika ditangani dengan tepat. Ia mencontohkan penampilan “Touch Hearth Band” sebagai bukti nyata keberhasilan pendidikan inklusif.
“Tidak sedikit ABK memiliki kemampuan lebih. Mereka hanya butuh ruang dan dukungan yang tepat,” katanya.